LPOI dorong penghentian kolonialisme dan kekerasan antarnegara

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siroj mendorong penghentian seluruh praktek kolonialisme dan kekerasan yang sekarang terjadi di dunia internasional.

Hal tersebut dia katakan merujuk pada peristiwa penyeranganantar negara yang terjadi beberapa hari ke belakang.

"Kami Asosiasi Muslim Indonesia menyerukan kepada seluruh komunitas global, hentikan perang. Akhiri penjajahan. Tolak kolonialisme dalam segala wajahnya, baik militer,
ekonomi, maupun struktural," kata Said dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut Said, praktik kolonialisme dan peperangan akan menimbulkan banyak kerugian dari mulai perekonomian hingga korban jiwa.

Dia mengatakan, tidak jarang anak-anak, perempuan dan masyarakat golongan rentan menjadi korban dari aksi kolonialisme dan peperangan.

Oleh karena itu, Said dan jajaran LPOI mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang berinisiatif hadir di panggung internasional untuk menjadi penengah demi terciptanya perdamaian.

Baca juga: LPOI serukan konsolidasi nasional hadapi krisis global dan ekologis

Dia menilai Indonesia harus mampu berdiri tegak, tidak boleh tunduk pada kekuatan mana pun, tidak terseret dalam rivalitas blok, dan tidak mengorbankan prinsip demi kompromi pragmatis.

Karenanya, LPOI menilai Indonesia harus memegang lima prinsip dalam rangka meredam konflik tersebut.

Pertama, Indonesia harus mampu memimpin diplomasi perdamaian yang proaktif dan berani, dengan menginisiasi dialog tingkat tinggi, mendorong gencatan senjata permanen, memperjuangkan koridor kemanusiaan tanpa hambatan, serta menjadi mediator yang kredibel dalam penyelesaian konflik internasional," kata Said.

Kedua, lanjut Said, Indonesia harus menolak tunduk pada tekanan atau dominasi kekuatan mana pun, dengan menegaskan kedaulatan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Ketiga, LPOI meminta pemerintah Indonesia menegakkan supremasi hukum internasional tanpa standar ganda, dengan mendorong akuntabilitas atas pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.

"Keempat, pemerintah harus memperkuat keamanan nasional secara terintegrasi, dengan menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah NKRI melalui penguatan pertahanan, ketahanan ekonomi, keamanan siber, serta diplomasi pertahanan yang strategis dan terukur," kata Said.

"Indonesia harus mengonsolidasikan solidaritas global selatan, dengan memperkuat kolaborasi dengan negara-negara berkembang guna menciptakan arsitektur global yang lebih demokratis, inklusif, dan setara," kata Said menyebutkan poin terakhir.

Dengan memegang lima poin tersebut, Said yakin Indonesia akan mampu menciptakan perdamaian dunia tanpa harus berada di bawah pengaruh pihak asing.

Baca juga: Kiai Said Aqil Siroj serukan hentikan perang Palestina dengan Israel

Baca juga: LPOI minta Prabowo konsolidasikan negara Muslim, bersatu lawan krisis

Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |