Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengawal investigasi Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) terhadap kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan atlet panjat tebing melalui Satuan Tugas Safegurding.
"Kami tak kenal kompromi dalam menghadapi kasus dugaan kekerasan seksual seperti ini," kata Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan hal itu berkaitan dengan dukungan KOI terhadap penanganan kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap sejumlah atlet panjat tebing oleh kepala pelatih mereka.
Oktohari menilai kasus itu sebagai permasalahan serius yang harus ditindaklanjuti dengan obyektif karena segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun intimidasi tidak boleh terjadi di dunia olahraga.
Apalagi, kata dia, kasus tersebut disinyalir terjadi di pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang seharusnya menjadi ruang aman dan mendukung perkembangan para atlet dalam mencapai prestasi.
Baca juga: Komisi X DPR desak hukuman maksimal bagi pelaku pelecehan atlet
"Saya begitu prihatin mendengar kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing ini terjadi di pelatnas," katanya.
Oktohari mendukung penuh komitmen dan langkah cepat Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk memastikan kasus ini diusut secara obyektif, transparan, profesional, dan berkeadilan.
Melalui Satuan Tugas Safeguarding, pihaknya berkoordinasi secara intensif baik dengan FPTI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), maupun federasi nasional berbagai cabang olahraga terkait penanganan kasus tersebut.
Okto menjelaskan Program Safeguarding yang diimplementasikan sejak tahun 2024 ini merupakan langkah sistematis berupa komitmen moral dan tanggung jawab institusional untuk memastikan seluruh atlet berhak mendapatkan kesempatan berlatih, berkembang, dan berprestasi dalam lingkungan yang aman, inklusif dan bebas dari ancaman dalam bentuk apapun.
Dia menambahkan, pihaknya juga telah mengirim surat resmi kepada seluruh federasi nasional anggota KOI guna memastikan edukasi, sosialisasi, serta penerapan kebijakan Safeguarding berjalan secara konsisten dan terukur.
Baca juga: FPTI bentuk TPF terkait penonaktifan Hendra Basir sebagai pelatih
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































