- Jumat, 5 Juni 2026 14:14 WIB
Siswa menyeberangi sungai untuk ke sekolah di Aceh Barat
Siswa menyeberangi sungai untuk ke sekolah di Aceh Barat. Orang tua siswa gendong anaknya di bahu saat melintasi sungai Meureubo untuk berangkat ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok dari Desa Canggai menuju ke Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Jumat (5/6/2026). Sejak empat hari terakhir para siswa SDN Alue Lhok terpaksa mengarungi aliran sungai menuju kesekolah untuk mengikuti ujian kenaikan kelas guna mempersingkat jarak tempuh delapan kilometer karena jembatan gantung penghubung antar desa rusak pascabencana banjir bandang akhir November 2025 lalu tak kunjung diperbaiki. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YUANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Siswa menyeberangi sungai untuk ke sekolah di Aceh Barat
Siswa menyeberangi sungai untuk ke sekolah di Aceh Barat. Orang tua siswa mempersiap anaknya seusai melintasi aliran sungai Meureubo untuk berangkat ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok dari Desa Canggai menuju ke Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Jumat (5/6/2026). Sejak empat hari terakhir para siswa SDN Alue Lhok terpaksa mengarungi aliran sungai menuju kesekolah untuk mengikuti ujian kenaikan kelas guna mempersingkat jarak tempuh delapan kilometer karena jembatan gantung penghubung antar desa rusak pascabencana banjir bandang akhir November 2025 lalu tak kunjung diperbaiki. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YUANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Siswa menyeberangi sungai untuk ke sekolah di Aceh Barat
Siswa menyeberangi sungai untuk ke sekolah di Aceh Barat. Orang tua siswa menuntun saat melintasi sungai Meureubo untuk berangkat ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok dari Desa Canggai menuju ke Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Jumat (5/6/2026). Sejak empat hari terakhir para siswa SDN Alue Lhok terpaksa mengarungi aliran sungai menuju kesekolah untuk mengikuti ujian kenaikan kelas guna mempersingkat jarak tempuh delapan kilometer karena jembatan gantung penghubung antar desa rusak pascabencana banjir bandang akhir November 2025 lalu tak kunjung diperbaiki. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YUANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































