Banjarbaru (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Program Sekolah Rakyat membawa perubahan nyata bagi kesehatan, perilaku, dan capaian akademik siswa hanya dalam enam bulan pelaksanaan.
Dalam pidato peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, Saifullah mengatakan bahwa kondisi kesehatan siswa menunjukkan peningkatan signifikan, ditandai dengan bertambahnya berat dan tinggi badan, meningkatnya kebugaran, serta menurunnya angka anemia.
“Bahkan tidak sedikit seragam sekolah yang sudah tidak lagi muat dalam waktu tiga bulan,” kata Saifullah Yusuf di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para undangan itu.
Menurut dia, perubahan fisik tersebut berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa. Anak-anak menjadi lebih fokus, tidak mudah mengantuk di kelas, serta menunjukkan sikap yang lebih disiplin dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Kementerian Sosial menilai berdasarkan hasil pendampingan tim mereka mendapati perhatian dan rasa aman yang diberikan melalui Sekolah Rakyat turut membentuk mental dan perilaku siswa menjadi lebih positif, bahkan mendorong sebagian dari mereka meraih prestasi yang membanggakan.
“Ketika anak-anak mendapatkan rasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh,” cetusnya.
Baca juga: Dinsos Bandung menargetkan Sekolah Rakyat permanen dapat rampung 2026
Selain kesehatan dan perilaku, Saifullah menyebutkan perubahan juga terjadi pada aspek akademik paling mendasar, termasuk kemampuan membaca dan menulis yang sebelumnya menjadi kendala bagi sebagian siswa.
Sebagaimana dicontohkan dengan Muhammad Nazril Kurniawan, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi, Jawa Barat, yang duduk di kelas X dan sempat mengalami kesulitan membaca meski telah memasuki jenjang pendidikan menengah. Dengan ketekunan dan bimbingan para guru, Nazril kini lebih lancar membaca dan menjadi salah satu siswa yang berprestasi, serta lebih optimistis menghadapi masa depannya,” kata dia.
Nazril, menurut dia merupakan satu dari 3.000-an orang siswa Sekolah Rakyat yang bukan hanya terkendala faktor ekonomi, tetapi juga kemampuan dasar literasi yang kemudian dapat ditingkatkan melalui pendampingan intensif.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.
Berdasarkan data Kementerian Sosial ada sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan sudah dibangun pada tahun 2025 dengan kapasitas hampir 16 ribu siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Kegiatan seremoni diakhiri dengan penekanan sirene oleh Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama dua perwakilan siswa Sekolah Rakyat.
Penekanan sirene tersebut menjadi simbol diresmikannya operasional ratusan Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, yang acara peluncurannya terpusat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Baca juga: Program Sekolah Rakyat untuk memotong rantai kemiskinan
Baca juga: Mayoritas siswa Sekolah Rakyat ingin lanjut kuliah
Baca juga: Bikin bangga, siswa Sekolah Rakyat siap pidato perdamaian empat bahasa
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































