Denpasar (ANTARA) - Sanggar Seni Kakul Mas Desa Batuan, Gianyar, Bali, mendukung tema Atma Kerthi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 lewat penampilan dramatari klasik gambuh lakon kisah Malat atau penyucian bumi.
"Sanggar kami menampilkan dramatari klasik gambuh yang mengangkat potongan cerita dari kisah Malat yaitu perjalanan tokoh Panji mencari kekasihnya," kata Pembina Sanggar Seni Kakul Mas I Ketut Wirtawan di Denpasar, Selasa.
"Tema pementasan ini Marasuda Bumi disesuaikan dengan tema PKB 2026 yang bermakna penyucian unsur-unsur bumi," ujarnya.
Wirtawan menjelaskan bahwa pementasan ini menyajikan struktur pertunjukan padat dengan seluruh seniman yang terlibat menyatu dalam konsep pertunjukan tradisional utuh.
"Pementasan ini merupakan satu kesatuan drama tari utuh bukan rangkaian tari terpisah," ujar Wirtawan menekankan esensi pertunjukan tersebut.
Pementasan dramatari klasik ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung karena menyuguhkan dialog berbahasa kawi beriringan dengan melodi suling bambu ukuran besar.
Baca juga: Patopengan Surya Candra hidupkan warisan leluhur di panggung PKB 2026
Manajemen sanggar telah mengatur jadwal latihan secara ketat untuk menjaga kualitas pementasan melalui proses penggarapan karya yang melibatkan lintas generasi seniman lokal di Sukawati.
"Persiapan latihan PKB 2026 memakan waktu selama 3 minggu dengan melibatkan total 42 orang termasuk 38 penari dan penabuh, serta tim seksi pendukung," tutur Wirtawan merinci data personel.
Seluruh tim produksi bekerja secara simultan demi kelancaran pementasan dramatari tersebut berbekal modal penting berupa pengalaman tampil pada tahun sebelumnya.
"Tidak ada kendala besar yang berarti karena Sanggar Seni Kakul Mas sudah rutin tampil di PKB setiap tahunnya termasuk tahun lalu di Ksirarnawa. Tantangan kecil hanya sebatas kedisiplinan kehadiran 1-2 anggota saat latihan gabungan," ucapnya.
Kedisiplinan tersebut terbukti mampu mengatasi hambatan teknis selama masa persiapan tiga minggu karena karakter penari bentukan sanggar ini dinilai sangat siap tampil di panggung besar.
Seni Gambuh merupakan dramatari klasik atau tertua dalam khazanah budaya Bali dengan ragam gerak serta pakem vokal yang kini menjadi fondasi bagi tarian Bali modern.
Pelestarian kesenian kuno ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat agar muncul gerakan masif untuk merevitalisasi seni klasik di tingkat desa.
Baca juga: Mahasiswa tampilkan Tari Gotong Royong Klasik yang hampir punah di PKB
"Pemerintah atau pihak terkait diharapkan lebih giat menggali dan melestarikan kembali tarian-tarian klasik yang ada di desa-desa, seperti drama tari Gambuh, Wayang Wong, dan sejenisnya," kata Wirtawan.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari/Dewa Ayu
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































