Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan pemerintah membutuhkan percepatan pemanfaatan hasil riset untuk merespons dinamika global yang saat ini semakin kompleks.
Brian, saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa siang menyebut salah satu fokus utama adalah bagaimana temuan-temuan penelitian dari perguruan tinggi dapat segera diterapkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.
"Mungkin terkait hasil-hasil riset yang bisa digunakan segera untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi juga," kata Brian, saat ditanya topik pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto dalam rapat tersebut.
Brian menjelaskan situasi geopolitik global berpotensi memberi dampak pada berbagai sektor strategis, termasuk pangan dan energi.
Karena itu, pemerintah mendorong agar hasil-hasil penelitian yang telah dihasilkan oleh para peneliti dan akademisi di kampus dapat dipercepat proses hilirisasi dan implementasinya.
Menurutnya, berbagai inovasi yang lahir dari riset di perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan tersebut, terutama dalam meningkatkan produktivitas pangan dan efisiensi energi.
"Kita berharap, teman-teman di kampus yang punya hasil-hasil penelitian, betul-betul segera kita dorong untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi," ujarnya.
Ia menyampaikan Kemendiktisaintek masih akan membahas lebih lanjut mengenai langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mempercepat pemanfaatan riset tersebut.
Pemerintah, kata Brian, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar hasil penelitian yang relevan dapat segera digunakan untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global.
Turut hadir dalam agenda ratas tersebut di antaranya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Direktur Utama Pindad Sigit P. Santosa.
Baca juga: Prabowo dorong riset kampus percepat PLTS dan kendaraan listrik
Baca juga: Mendiktisaintek dorong implementasi pengelolaan sampah terintegrasi
Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































