Kemenhub perkuat keselamatan angkutan darat pada mudik-balik Lebaran

4 hours ago 1
Untuk menjamin keselamatan, kami dengan seluruh stakeholder, melakukan persiapan-persiapan dari jauh-jauh hari agar pengelolaan angkutan Lebaran berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terus memperkuat aspek keselamatan transportasi moda darat pada periode Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah sehingga berjalan aman dan lancar, baik arus mudik maupun balik.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana, prasarana, dan pembuatan regulasi, tetapi juga pemahaman masyarakat terhadap keselamatan.

"Untuk menjamin keselamatan, kami dengan seluruh stakeholder, melakukan persiapan-persiapan dari jauh-jauh hari agar pengelolaan angkutan Lebaran berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Aan di Jakarta, Jumat.

Aan menilai kolaborasi berbagai pihak termasuk peran media massa menjadi faktor penting dalam menyebarluaskan informasi tentang keselamatan yang akurat dan mudah dipahami masyarakat.

Baca juga: Kemenhub mulai angkut sepeda motor mudik gratis gunakan kereta api

Menurutnya, media menjadi salah satu kunci sukses pengelolaan angkutan Lebaran. Profesi itu penting untuk menyebarluaskan informasi dan regulasi yang ditetapkan pemerintah kepada masyarakat luas, sehingga dapat mewujudkan keselamatan.

"Misalnya terkadang ada informasi hoaks di masyarakat, peran media dapat menyampaikan informasi yang sebenarnya dan faktual,” jelasnya.

Menurutnya, penyampaian pesan keselamatan kepada masyarakat juga perlu disampaikan oleh media mengingat tingginya pergerakan masyarakat selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran, yang diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Melalui penyebaran informasi oleh media, kata dia, diharapkan dapat membantu menyampaikan berbagai kebijakan yang telah disiapkan pemerintah agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman.

Baca juga: Menhub perkuat pengawasan lewat Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu

“Tahun ini kemungkinan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ini bisa lebih tinggi dari prediksi yang sudah kami buat,” ujarnya.

Ia menjelaskan sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, hingga saat ini Ditjen Perhubungan Darat sudah melaksanakan inspeksi keselamatan (rampcheck) terhadap puluhan ribu bus, untuk memastikan angkutan yang beroperasi telah memenuhi aspek kelaikan.

Aan juga mengimbau masyarakat untuk memeriksakan nomor kendaraan yang akan digunakan melalui aplikasi Mitra Darat, agar mengetahui status kelaikan kendaraan sehingga masyarakat bisa merasa aman saat perjalanan.

Lebih lanjut dia mengatakan pada sektor transportasi darat pihaknya telah melakukan inspeksi kelaikan kendaraan, terutama bus, yang mana dari 40 ribu bus yang di-ramp check, 5.000 di antaranya dinyatakan tidak laik jalan.

Baca juga: Pemerintah siapkan 177 terminal dan rest area perlancar mudik Lebaran

"Jadi jangan gunakan angkutan yang tidak laik jalan, bapak dan ibu bisa mengecek status kelaikan kendaraan atau bus melalui aplikasi Mitra Darat,” tambah Aan.

Selain itu, Aan turut mengingatkan calon pemudik untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan serta mematuhi aturan keselamatan.

Ia juga menegaskan penggunaan sepeda motor harus sesuai dengan ketentuan keselamatan, terutama untuk perjalanan mudik, agar tidak membawa penumpang melebihi kapasitas kendaraan.

Selanjutnya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, ia mengimbau agar senantiasa memeriksa kendaraannya dan kesehatannya sebelum melakukan perjalan.

"Survei memprediksi ada sekitar 20 juta pemudik menggunakan sepeda motor, ini penting bagi pengguna sepeda motor tidak boleh memaksakan kapasitas, cukup dua orang saja, satu pengemudi dan satu penumpang," tegas Aan.

Baca juga: GoTo-Kemenhub fasilitasi ribuan driver Gojek mudik gratis 5 destinasi

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |