Jakarta (ANTARA) - Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner kembali ke panggung musik lewat single anyar berjudul "Kembali" setelah vakum tiga tahun.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, lagu yang dirilis pada 2 Juli 2026 ini didengarkan lebih dari 3.000 pendengar hanya dalam kurun waktu 36 jam sejak peluncuran di berbagai platform digital.
Single ini merepresentasikan perjalanan emosional band yang sempat terhenti, sementara liriknya berbicara tentang jatuh, kehilangan arah, dan akhirnya bangkit dengan semangat baru, menjadi refleksi atas pengalaman vakum yang mereka jalani, sekaligus simbol keberanian untuk melanjutkan langkah.
Vokalis sekaligus gitaris Achmad Alwan Damanik mengatakan bahwa single ini merupakan cermin perjalanan band Serupa manifesto tentang keteguhan dan komitmen untuk terus berkarya.
Baca juga: N.Flying ditunjuk jadi duta promosi pariwisata Korea Selatan
"Bukan saja tentang jatuh, bangkit, dan bertahan, tetapi juga bahwa dukungan pendengar setia kami demikian penting. Mereka setia menanti kami selama masa vakum, dan semoga kerinduan mereka kami bayar lunas lewat rilisan ini," katanya.
Formasi terbaru Man Sinner terdiri atas empat personel utama, yakni Achmad Alwan Damanik sebagai vokalis sekaligus gitaris, Agga Satria Prabowo sebagai gitaris utama, Nero Riansyah sebagai basis sekaligus vokal latar, serta Agung Bahtiar sebagai drummer.
Keempat personel ini membawa energi baru yang lebih matang, sekaligus memperkuat identitas musik Man Sinner sebagai band skatepunk yang konsisten menyuarakan keresahan sosial.
Man Sinner sebelumnya dikenal lewat album "Bumi Menangis" yang dirilis pada 2020. Album tersebut berisi 15 lagu bertema sosial, termasuk "Hey Punkers", "Bangkit dan Yakinlah", serta "Akhiri Perpecahan" yang berkolaborasi dengan Fyan dari Rebellion Rose.
Baca juga: Sheila On 7 rilis single "Sederhana"
Baca juga: Band Reruntuh harap makin banyak venue musik di HUT ke-499 Jakarta
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































