Tapanuli Tengah (ANTARA) - Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN memperbaiki tiang dan kabel listrik yang rusak akibat terdampak banjir susulan di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Kepala Pelaksana Teknik Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sibolga, Hari Priansah mengatakan bahwa perbaikan tiang dan juga kabel yang terdampak ini sudah mencapai 50 persen dan hari ini sudah bisa dipasikan listrik bisa digunakan kembali oleh masyarakat.
“Saat ini yang akan kita lakukan perbaikan ada tiang-tiang yang miring dan tumbang. Jaringan SUTR (Saluran Udara Tegangan Rendah) akan kita tuntaskan dan bisa memasok tegangan di Desa Sigiring-Giring dan juga Hutanabolon agar mereka yang menjalani aktivitas puasa ini tidak terganggu,” kata Hari Priansah di lokasi bencana banjir, Tukka, Senin.
Menurut dia, padamnya listrik ini sudah terjadi sejak Minggu (15/3) sore waktu setempat. Padamnya listrik ini diakibatkan banjir susulan karena tanggul jebol di Sungai Tukka.
“Kemarin di hari Minggu kita dapat informasi di pukul 17:30 telah terjadi banjir susulan karena hujan dari Sabtu sampai Minggu berkelanjutan. Sehingga tanggul yang sudah dibuat oleh pemerintah tidak kuat menampung debit air, yang mengakibatkan Desa Hutanabolon ini kebanjiran lagi," ujar dia.
Petugas PT PLN memperbaiki jarigan listrik yang bermasalah usai banjir susulan di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (16/3/2026). ANTARA/Chairul RohmanDari kejadian tersebut, tiang-tiang milik PT PLN yang mengaliri listrik ke warga sekitar ikut terdampak. Selain kabel-kabel menjuntai, tiang-tiang listrik roboh dan juga miring.
“Jadi ini kita dari ULP Sibolga Kota, menindak lanjuti kabel dan juga tiang yang bermasalah di lokasi ini, agar nantinya bisa dirasakan manfaatnya kembali oleh warga sekitar,” kata dia.
Sebelumnya, banjir susulan kembali merendam permukiman warga setelah tanggul Sungai Tukka di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara jebol pada Minggu malam.
"Awalnya hujan jam sekitar tiga sore tadi, tanggul jebol makanya airnya ke sini," kata warga yang terdampak, Heri Sipahutar (31), Minggu (15/3).
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan terputusnya aliran listrik di permukiman tersebut, sehingga warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang sudah disediakan untuk mendapatkan keamanan.
Menurut pengakuan dia, kaum lanjut usia (lansia) sudah berhasil dievakuasi oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), tidak jauh dari lokasi banjir susulan terjadi.
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































