KemenHAM tugaskan tim temui keluarga korban tertembak di Papua

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menugaskan tim untuk memfasilitasi pemulihan keluarga ibu hamil yang meninggal dunia akibat tertembak saat berada di dalam rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengatakan di Jakarta pada Selasa bahwa tim akan berkunjung ke rumah keluarga korban untuk melakukan identifikasi mengenai hal-hal yang dibutuhkan.

“Kami mengupayakan untuk turun bertemu dengan keluarga korban untuk memastikan negara hadir. Jadi kami akan mengidentifikasi kebutuhanya apa,” kata Mugiyanto.

Menurut dia, kebutuhan awal yang dibutuhkan oleh keluarga korban adalah dukungan psikologis.

“Yang kami bayangkan kebutuhan penguatan psikologis itu biasanya di perlukan, dan juga hal-hal yang bersifat mendesak,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam upaya pemulihan dan penanganan persoalan di Papua agar tanggung jawab pemerintah dapat dijalankan.

Mugiyanto menegaskan bahwa hak asasi manusia harus dipahami secara komprehensif, karena tidak hanya berkaitan dengan hak sipil dan politik, tetapi juga mencakup hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, seperti hak atas kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan perumahan.

Baca juga: Pangkogabwilhan III serahkan jenazah pilot korban KKB kepada AMA

“Itu semua menjadi tantangan besar di Papua. Kami ingin pastikan semua bisa terpenuhi. Semua dapat diwujudkan ketika terdapat keamanan dan situasi yang kondusif sehingga masyarakat dapat bersekolah, memperoleh layanan kesehatan, serta menjalani aktivitas sebagaimana mestinya,” kata Mugiyanto.

Sebelumnya, Komnas HAM menghimpun informasi awal terkait kontak senjata antara aparat keamanan dari Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (2/7) malam.

Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan bernama Melkiana Duwitau yang sedang mengandung tujuh hingga delapan bulan meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya setelah terkena peluru saat berada di rumahnya.

Komnas HAM juga mencatat eskalasi kekerasan di Papua dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jatuhnya korban antara lain seorang pendeta, seorang prajurit TNI, seorang anggota kelompok bersenjata, dan seorang pilot pesawat perintis berkewarganegaraan asing.

Dari informasi yang diterima Komnas HAM, pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo mengakibatkan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat Nicholas F. Goselin meninggal dunia, sementara tujuh penumpang dilaporkan selamat.

Baca juga: Wamen HAM pastikan negara hadir tangani pengungsi di Intan Jaya, Papua

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |