Banyuwangi (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko) menunjuk Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur untuk menjadi model pemantauan pangan nasional dan diminta mengembangkan dasbor komoditi beras (dashboard rice journey) yang akan menjadi sistem pendukung pengambil kebijakan.
Dalam keterangan tertulis di Banyuwangi, Selasa, Staf Ahli Menko Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan Sugeng Santoso mengatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 salah satu target yang harus dicapai oleh Kemenko Pangan adalah meningkatkan Indeks Ketahanan Pangan nasional dari 73 (2025) menjadi 82 (2029).
"Salah satunya pemerintah akan mengembangkan decision support system (DSS) berupa dashboard rice journey. Dasbor ini akan memberikan masukan sebagai bahan pengambil kebijakan, khususnya beras secara cepat, tepat dan berbasis data," ujarnya.
Sugeng menjelaskan tujuan dasbor nantinya adalah menyediakan data secara realtime yang akan menjawab pertanyaan bagi pengambilan keputusan (decision support system) melalui system thinking/system dynamics, seperti apakah ada risiko produksi dan risiko (kenaikan) harga atau kelangkaan beras dan di wilayah mana risiko tersebut paling tinggi.
Baca juga: Kemenko Pangan: Petani aktor transformasi pertanian rendah emisi
Lalu apa saja kemungkinan penyebab utamanya seperti produksi, stok, fasilitas penggilingan padi (RMU), distribusi, bahan bakar minyak/logistik, cuaca, atau perilaku pasar. Seberapa kuat bukti dan kualitas datanya, serta Intervensi apa yang perlu diputuskan sekarang dan siapa aktor yang harus digerakkan.
"Dasbor tidak hanya mampu mendeteksi potensi gangguan secara dini, tetapi juga menjelaskan hubungan sebab-akibat, mengevaluasi kualitas bukti, menyimulasikan berbagai skenario kebijakan, serta menghasilkan rekomendasi intervensi yang tepat sasaran," kata Sugeng.
Ia mengatakan, Banyuwangi sendiri dipilih untuk mengembangkan dashboard rice journey karena memiliki ekosistem yang mendukung, di antaranya Banyuwangi merupakan daerah produsen beras di tingkat nasional dan aktif melakukan pemantauan dan pengendalian dalam distribusi pangan serta inflasi daerah, dan juga memiliki basis tata kelola pemerintah berbasis teknologi informasi yang kuat.
"Program ini akan menjadi kolaborasi dan sinergi antara Kemenko Pangan dan Pemkab Banyuwangi dalam mewujudkan tata kelola pangan yang lebih baik, dan nantinya model yang dikembangkan di Banyuwangi akan menjadi model dasbor bagi daerah lainnya," kata Sugeng.
Baca juga: Kemenko Pangan ajak sukseskan pilah sampah antisipasi kebakaran TPA
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan siap mendukung program pengembangan Dashboard Rice Journey bersama Kemenko Pangan.
"Terima kasih atas kepercayaan Kemenko Pangan pada Banyuwangi, semoga kolaborasi ini akan menghasilkan kebijakan tata kelola pangan berbasis kondisi wilayah untuk memaksimalkan produksi pangan nasional," kata Ipuk.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































