RS Kanker Dharmais terapkan NGS untuk dukung diagnostik presisi

3 weeks ago 11

Jakarta (ANTARA) -

Pusat kanker nasional Rumah Sakit Kanker Dharmais mulai menerapkan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) untuk mendukung layanan diagnostik presisi pada pasien kanker, khususnya pasien kanker payudara, kanker paru, dan Leukemia Limfositik Kronis (CLL).

Direktur Utama RS Kanker dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, saat jumpa pers di Jakarta, Kamis, mengatakan penguatan layanan diagnostik presisi menjadi penting di tengah tingginya kasus kanker serta kompleksitas karakteristik penyakit yang berbeda pada setiap pasien.

"Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kapasitas penanganan kanker, khususnya melalui penguatan layanan diagnostik presisi," kata Eniarti.

Baca juga: Kacamata hitam bantu lindungi kelopak mata dari faktor risiko tumor

Kanker payudara dan kanker paru masih menjadi dua jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, dokter memerlukan dukungan informasi klinis yang lebih baik untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Teknologi NGS memungkinkan pemetaan biomarker genomik secara komprehensif dari sampel jaringan maupun darah. Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat memperoleh gambaran lebih rinci mengenai karakteristik molekuler kanker sehingga mendukung penentuan terapi yang lebih tepat sasaran.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik RS Kanker Dharmais dr. Eka Widya Khorinal, Sp.PD-KHOM, FINASIM mengatakan NGS memungkinkan pemeriksaan berbagai biomarker genomik dalam satu kali pemeriksaan.

"Dengan informasi molekuler yang lebih lengkap, dokter dapat memahami karakteristik penyakit pasien secara lebih mendalam, mempercepat penentuan strategi pengobatan, serta mendukung keputusan terapi yang lebih personal dan tepat sasaran," ujar Eka.

Implementasi NGS mencakup pemeriksaan pada kanker payudara HR+/HER2-, kanker paru jenis non-small cell lung cancer (NSCLC) adenokarsinoma, serta CLL. Teknologi tersebut memungkinkan identifikasi hingga 45 jenis mutasi gen pada kanker payudara dan kanker paru, serta 23 jenis mutasi gen pada CLL.

Baca juga: Wamenkes: Skrining kanker kolorektal telah diintegrasikan dengan CKG

Dokter spesialis paru konsultan onkologi toraks di rumah sakit tersebut Dr. dr. Arif Riswahyudi Hanafi, Sp.P(K) Onk mengatakan informasi biomarker memiliki peran penting dalam menentukan penanganan pasien kanker paru, terutama pada kasus yang terdiagnosis dalam stadium lanjut.

"Pemeriksaan molekuler yang komprehensif seperti NGS membantu dokter memahami karakteristik biologis penyakit secara lebih spesifik sehingga keputusan terapi dapat didukung oleh informasi yang lebih kuat dan presisi," kata dia.

Senada dengan itu, dokter spesialis bedah onkologi RS Kanker Dharmais dr. Abdul Muhaimin Husein, M.Sc., Sp.B(K) Onk mengatakan kanker payudara bukan penyakit yang seragam sehingga pasien dengan diagnosis yang sama dapat memiliki karakteristik biologis dan respons terapi yang berbeda.

Menurut dia, pemeriksaan molekuler yang lebih komprehensif dapat membantu dokter mengidentifikasi berbagai perubahan gen yang berkaitan dengan kanker secara simultan sehingga keputusan klinis dapat dibuat lebih terinformasi.

RS Kanker Dharmais berharap penerapan NGS dapat memperkuat layanan kanker berbasis bukti sekaligus memperluas akses pasien terhadap diagnostik yang lebih mutakhir. Selain mendukung penentuan terapi yang sesuai dengan profil genetik pasien, teknologi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan luaran klinis pasien kanker di Indonesia.

Baca juga: Pendekatan multidisiplin krusial perkuat akurasi penanganan kanker

Baca juga: YKAKI: Gita Citra Cita bukti solidaritas jadi kekuatan pejuang kanker

Baca juga: Ahli sebut kanker kolorektal bisa dicegah melalui pola hidup sehat

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |