Prancis akan mediasi sipil Israel-Palestina, dukung Solusi Dua Negara

2 weeks ago 12
pertemuan itu akan menjadi masukan bagi pembahasan di KTT G7

Istanbul (ANTARA) - Prancis akan mempertemukan perwakilan masyarakat sipil Israel dan Palestina di Paris pada Jumat pekan depan (12/6) untuk menegaskan kembali dukungan terhadap solusi dua negara serta mendorong upaya menuju pengakuan dan pembentukan negara Palestina.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, Kamis (4/6), dalam pesan video kepada para tokoh masyarakat sipil Israel dan Palestina yang berkumpul di Tel Aviv, mengatakan pertemuan itu sangat penting bagi perdamaian.

"Pertemuan ini akan mempertemukan perwakilan masyarakat sipil Israel dan Palestina untuk menegaskan kembali komitmen bersama kita dalam mewujudkan solusi dua negara," kata Barrot.

Acara itu diselenggarakan setahun setelah peluncuran Seruan Paris (Paris Appeal) dan setahun setelah Prancis bersama sekitar 10 negara lain mengakui Negara Palestina, sebuah langkah yang digambarkan Barrot sebagai "keputusan besar".

Baca juga: Prabowo: RI-Prancis dukung Solusi Dua Negara dan kemerdekaan Palestina

Menurut Barrot, nantinya, rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan itu akan menjadi masukan bagi pembahasan di KTT G7, yang tahun ini diselenggarakan oleh Prancis di Evian.

"Ambisi kami jelas. Kami ingin menghasilkan seruan baru untuk bertindak bagi percepatan pengakuan dan implementasi yang efektif atas negara Palestina," kata Barrot.

Dia juga menekankan pentingnya peran masyarakat sipil dalam pembangunan perdamaian, dengan mengatakan bahwa organisasi dan aktivis lokal sering berada dalam posisi terbaik untuk memahami kebutuhan, aspirasi, dan kekhawatiran, baik dari pihak Israel maupun Palestina.

"Tindakan Anda sangatlah penting, karena Anda memahami realitas di lapangan lebih baik daripada siapa pun," kata Barrot.

Baca juga: Macron: Prancis akan punya peran khusus dalam pengelolaan Gaza

Pembahasan menjelang pertemuan di Paris itu berfokus pada lima bidang utama, yaitu keamanan bagi warga Israel dan Palestina; bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza; implementasi solusi dua negara; tanggapan terhadap ancaman aneksasi; serta mempromosikan narasi yang mendukung perdamaian, demokrasi, reformasi, dan integrasi regional.

Dia menambahkan upaya tersebut akan dipandu oleh prinsip-prinsip yang tertuang dalam Deklarasi New York dan akan membantu membentuk inisiatif diplomatik di masa mendatang.

"Tantangannya sangat besar, memungkinkan dua negara—Israel dan Palestina—untuk hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan," ujar Barrot.

Dia juga berjanji bahwa Prancis akan terus bekerja sama dengan mitra Israel dan Palestina untuk memajukan upaya perdamaian di kawasan tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Macron: Prancis siap jadi bagian pasukan internasional di Gaza

Baca juga: Prancis larang Israel ikut pameran pertahanan Eurosatory

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |