Perjuangan distribusi BBM di Sulsel

2 weeks ago 11

Makassar (ANTARA) - Fajar bahkan belum benar-benar menyingsing, langit masih berwarna kelabu pucat saat Ridwan (50) sudah melangkah keluar dari rumahnya. Di jam-jam yang bagi sebagian besar orang masih merupakan waktu terlelap dalam mimpi, pria paruh baya itu sudah bersiap menuju tempat kerjanya.

Seperti ratusan rekan sekerjanya yang menjadi awak mobil tangki bahan bakar minyak (BBM), hari kerja Ridwan dimulai jauh sebelum matahari muncul di ufuk timur. Sudah lebih dari 15 tahun ia menjalani rutinitas ini, sejak pertama kali mengabdikan dirinya sebagai sopir pengangkut BBM pada tahun 2009.

Bagi dia, mengemudikan kendaraan besar berisi cairan berenergi tinggi ini bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah, melainkan sebuah amanah besar yang memegang peran vital dalam kehidupan banyak orang.

Di bawah naungan PT Elnusa Petrofin Makassar, Ridwan menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari rantai distribusi energi yang bekerja tanpa mengenal hari libur, tanpa istirahat panjang, dan tanpa memandang kondisi cuaca.

Perusahaan tempatnya bekerja mengelola 83 unit mobil tangki yang tersebar dan beroperasi melayani kebutuhan BBM di seluruh wilayah Sulsel. Jangkauan pelayanannya sangat luas, mulai dari pusat-pusat keramaian dan kota besar seperti Makassar, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), hingga ke daerah-daerah yang letaknya jauh dan terpencil seperti Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Jeneponto.

“Kalau sukanya, setiap masuk kerja kesehatan kami selalu diperhatikan dengan baik oleh perusahaan. Ada pemeriksaan rutin, ada fasilitas kesehatan, jadi kami merasa dihargai. Tapi dukanya, ya, saat hari besar seperti Lebaran pun kami harus siap turun bekerja dan meninggalkan keluarga di rumah,” ungkap Ridwan dengan nada suara yang bercampur antara rasa syukur dan sedikit kerinduan.

Bagi banyak orang, hari raya adalah momen berkumpul, bermaaf-maafan, dan bersantai bersama kerabat. Namun bagi Ridwan dan rekan-rekannya, hari raya justru menjadi masa di mana tanggung jawab mereka semakin berat dan kehadiran mereka di jalan raya menjadi semakin penting.

Masyarakat umum mungkin hanya melihat BBM sebagai cairan yang tersedia di pompa pengisian bahan bakar, sesuatu yang mudah didapatkan dan dianggap ada begitu saja saat dibutuhkan. Tidak banyak yang menyadari bahwa di balik ketersediaan satu liter bensin atau solar, terdapat perjalanan panjang, perjuangan, dan kerja keras yang luar biasa.

Setiap hari, Ridwan mengemudikan kendaraan raksasa berkapasitas bervariasi, mulai dari 8 kiloliter (KL), 16 KL, hingga yang terbesar 24 KL, membawa muatan bernilai tinggi dan berisiko tersebut menuju berbagai tujuan. Pola kerjanya pun dibedakan berdasarkan jarak tempuh.

Untuk rute dalam kota atau wilayah dekat, seorang pengemudi bisa melakukan hingga empat kali perjalanan atau bolak-balik dalam satu hari kerja yang panjang. Namun, untuk rute luar kota yang jaraknya bisa mencapai ratusan kilometer melewati jalan berkelok dan menanjak, umumnya hanya mampu menyelesaikan satu kali perjalanan pulang-pergi saja karena waktu tempuh yang sangat lama dan melelahkan.

Tantangan

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |