Mentrans Iftitah ajak Dubes China keliling kawasan transmigrasi

3 weeks ago 10
Kawasan transmigrasi memiliki lahan, sumber daya manusia dan potensi ekonomi yang sangat besar

Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengunjungi sejumlah kawasan transmigrasi di Papua, Maluku dan Nusa Tenggara pada 2-5 Juni 2026 untuk mempromosikan potensi ekonomi di wilayah-wilayah tersebut.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penjajakan peluang kerja sama antara Indonesia dan China dalam sektor ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pendidikan vokasi, perdagangan, investasi, serta pengembangan pariwisata.

“Kawasan transmigrasi memiliki lahan, sumber daya manusia dan potensi ekonomi yang sangat besar,” kata M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

“Yang kami bangun bukan sekadar kawasan permukiman, tetapi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas dan memperkuat kesejahteraan masyarakat,” lanjut dia.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional dengan hamparan sawah lebih dari 60 ribu hektare yang menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Mentrans Iftitah dan Dubes Wang Lutong meninjau lokasi yang direncanakan menjadi pusat kerja sama pembangunan kawasan melalui hibah Pemerintah China.

Baca juga: Mentrans pastikan ada keterwakilan anak transmigran di TEP 2026

Baca juga: AHY dan Mentrans ajak pemuda bangun daerah lewat Ekspedisi Patriot

Pembangunan tersebut antara lain meliputi pusat pengembangan dan riset padi, sekolah vokasi pertanian, serta pusat pengentasan kemiskinan yang diharapkan dapat menjadi model pembangunan berbasis peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi kawasan transmigrasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, untuk melihat potensi pengembangan ekonomi kawasan sekaligus menjajaki peluang kerja sama promosi pariwisata kepada wisatawan China, yang merupakan salah satu pasar wisata internasional terbesar di dunia.

Rombongan kemudian beranjak ke Halmahera Utara, Maluku Utara, untuk meninjau kawasan transmigrasi yang memiliki potensi ekspor dan hilirisasi komoditas kelapa.

“Investasi yang masuk harus menciptakan manfaat langsung bagi masyarakat. Harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan, memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi maupun masyarakat lokal di sekitarnya,” ucap Iftitah.

Kawasan transmigrasi di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi destinasi terakhir dalam rangkaian kunjungan kerja kali ini.

Selain untuk melihat berbagai peluang investasi dan pengembangan ekonomi kawasan, kunjungan tersebut juga memperkenalkan dan mempromosikan Labuan Bajo kepada masyarakat China sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

Iftitah menekankan bahwa ukuran keberhasilan investasi bukan semata terkait berapa nilainya, tapi juga berapa banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Ia menyatakan, investasi harus menghadirkan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, mengurangi kemiskinan, serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat lokal.

“Kami tidak sedang mencari investor untuk kawasan transmigrasi. Kami sedang mencari mitra yang mau tumbuh bersama masyarakat. Karena tujuan akhir dari seluruh pembangunan ini adalah kesejahteraan untuk semua,” ujarnya.

Baca juga: Mentrans sebut ukuran sukses transmigrasi kini kesejahteraan

Baca juga: Mentrans ajak transmigran optimalkan peluang ekspor durian ke China

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |