Menhaj tekankan kerja sama dengan rumah sakit di Saudi harus diperkuat

3 weeks ago 7
Kami ingin kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar sehingga pelayanan kesehatan bagi jamaah Indonesia semakin optimal.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menekankan kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi perlu terus diperkuat agar dapat memberikan layanan yang lebih luas dan lebih baik bagi jamaah haji Indonesia.

“Kami ingin kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar sehingga pelayanan kesehatan bagi jamaah Indonesia semakin optimal,” ujar Irfan Yusuf dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan Menhaj saat berkunjung ke Saudi German Hospital di Madinah untuk meninjau pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia yang sedang menjalani perawatan.

Dalam kunjungan tersebut, Menhaj mengevaluasi pelaksanaan kerja sama layanan kesehatan antara penyelenggara haji Indonesia dan rumah sakit di Arab Saudi yang telah berjalan selama musim haji tahun ini.

Menurut Gus Irfan, kerja sama tersebut memberikan manfaat besar dalam mendukung penanganan jemaah yang membutuhkan perawatan medis. Namun, karena baru pertama kali diterapkan, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi bahan evaluasi.

“Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan kerja sama ini. Karena baru pertama kali dilakukan, tentu ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, termasuk terkait proses rujukan pasien dan kepastian waktu pemulangan mereka,” ujar Menhaj.

Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga memberikan perhatian penanganan jamaah yang masih menjalani perawatan menjelang fase pemulangan. Menurutnya, tidak semua jamaah yang sakit harus dipindahkan dari Makkah ke Madinah.

Kemenhaj telah membahas berbagai opsi penanganan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien. Jika jamaah dipindahkan ke Madinah tetapi tetap harus menjalani perawatan di rumah sakit, maka manfaat perpindahan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang.

“Kami membahas apakah jamaah yang sedang dirawat perlu dipindahkan ke Madinah atau tidak. Jika di Madinah mereka tetap berada di rumah sakit dan tidak dapat menjalankan aktivitas ibadah, maka yang lebih penting adalah memastikan proses perawatan dan pemulihan berjalan dengan baik,” kata dia.

Menurut Menhaj, keputusan terkait pemindahan maupun pemulangan jamaah akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Jamaah yang kondisinya memungkinkan dapat dipindahkan ke Madinah, sementara mereka yang masih membutuhkan perawatan intensif akan tetap dirawat hingga kondisi kesehatannya membaik.

“Tergantung kondisi masing-masing. Jika memungkinkan akan dipindahkan ke Madinah. Namun jika belum memungkinkan, maka mereka tetap menjalani perawatan sampai benar-benar siap untuk melanjutkan perjalanan atau dipulangkan,” ujarnya.

Menhaj menambahkan pelayanan kepada jamaah tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis dan spiritual mereka selama berada di Tanah Suci. Karena itu, setiap keputusan yang diambil harus mampu memberikan manfaat terbaik bagi jamaah secara menyeluruh.

Baca juga: Kemenhaj : Jamaah haji OKU Timur kembali dalam keadaan selamat

Baca juga: RI salurkan mayoritas daging dam jamaah haji ke rakyat Palestina

Pewarta: Asep Firmansyah dan Citro Atmoko
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |