Menakar peran daerah di panggung global

4 hours ago 2

Mataram (ANTARA) - Di awal dekade ini, dunia bergerak semakin cepat. Negara dan daerah tak lagi hanya berpacu dalam kompetisi domestik; mereka terlibat dalam jaringan global yang kompleks.

Bagi Nusa Tenggara Barat (NTB), provinsi yang terbentang dari pulau Lombok hingga Sumbawa, fenomena globalisasi itu memaksa sebuah kesadaran strategis, yakni bila ingin maju dan sejahtera, kolonisasi pasar atau sekadar harapan bantuan tak lagi cukup.

Hal yang dibutuhkan adalah kerja sama saling menguntungkan dengan negara lain, yang menempatkan NTB sebagai aktor, bukan objek.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov NTB) mulai memperluas jangkauan diplomasi daerahnya ke kancah internasional. Kerja sama dengan negara lain dimaknai bukan sekadar hubungan seremonial, melainkan alat strategis pembangunan.

Dimulai dengan program kerja sama pengiriman tenaga kerja ke Jepang tahun 2023. Pemprov NTB menandatangani kerja sama dengan sejumlah perusahaan Jepang yang membuka peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia asal NTB yang telah melalui pelatihan dan magang, termasuk sertifikasi dengan skema specified skilled worker mulai Januari 2024.

Langkah ini menunjukkan komitmen daerah untuk mencetak SDM yang kompeten serta membuka akses kerja formal ke negara maju, tanpa mengorbankan martabat pekerja lokal.

Jepang bukan hanya tujuan kerja. Kesepakatan ini membuka peluang bagi tenaga kerja NTB untuk mengasah keterampilan berstandar global--suatu investasi manusia yang bisa berdampak jangka panjang terhadap produktivitas dan peluang kerja lain di masa datang.

Implementasi program ini juga menimbulkan tantangan baru, yakni perlunya pembekalan psikososial, kesiapan mental peserta magang, serta pendekatan pasca-magang yang menjamin alumni bisa memanfaatkan pengalaman itu secara optimal, setelah kembali ke NTB.

Pionir hubungan bilateral ini juga memberi pelajaran bahwa kerja sama internasional tidak boleh semata reaktif, tetapi harus dibangun dengan perencanaan jangka panjang.

Artinya, pemerintah daerah perlu memikirkan integrasi program internasional seperti ini ke dalam peta jalan pengembangan SDM lokal jangka panjang.


Diplomasi ekonomi-pariwisata

Memasuki tahun 2024–2025, fokus kerja sama NTB dengan negara lain bergerak ke arah ekonomi global dan promosi pariwisata internasional.

Pada Februari 2024, misalnya, NTB bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya dalam bidang pendidikan dan pengembangan ekspor, yang memfasilitasi pelatihan bagi pelaku usaha komoditas NTB dan peluang bertemu pembeli internasional, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar global bagi produk lokal NTB.

Pendekatan semacam ini sangat relevan dalam konteks perkembangan ekonomi dunia, setelah pandemi COVID-19, dimana rantai pasok global terus direkonstruksi dan pasar internasional mencari sumber baru komoditas yang stabil.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |