Komnas HAM tekankan transparansi penyelidikan kasus peluru "nyasar"

3 weeks ago 8

Kota Padang (ANTARA) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menekankan agar penyelidikan atau pengungkapan kasus dua warga sipil yang terkena peluru "nyasar" di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilakukan secara transparan, komprehensif, akuntabel dan profesional.

"Ini penting karena hak atas rasa aman dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dijamin dalam undang-undang," kata Ketua Komnas HAM RI Anis Hidayah di Kota Padang, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komnas HAM usai mengunjungi kedua korban peluru nyasar di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara Kota Padang.

Anis mengatakan semua pihak terutama pemerintah berkewajiban menjamin dan memberikan rasa aman kepada setiap warga negara. Apalagi, lokasi kejadian berada di lingkungan perguruan tinggi yang seharusnya memastikan aspek keamanan dan sebagainya.

Setelah menemui kedua korban, ia menyampaikan kasus tersebut akan ditindaklanjuti oleh Komnas HAM Perwakilan Sumbar, yakni meliputi pengumpulan informasi-informasi yang masih dibutuhkan termasuk pemantauan secara proaktif atas penanganan insiden itu.

Baca juga: Komnas HAM wanti-wanti kasus peluru "nyasar" di Sumbar tidak terulang

Terkait informasi yang didapat Komnas HAM mengenai adanya dugaan suara letusan pada saat kejadian, Anis menyampaikan hal itu mesti didalami untuk membuktikan kesahihannya.

"Kami masih akan mendalaminya termasuk kronologi peristiwa secara detail," ujar dia.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan saat ini kondisi kedua korban sudah jauh membaik setelah menjalani operasi. Khusus korban perempuan yang juga mahasiswi Universitas Negeri Padang terkena peluru nyasar di bagian kaki. Sementara, korban laki-laki mengalami luka di bagian tangan.

Pada kesempatan terpisah, Rektor Universitas Negeri Padang Krismadinata mengatakan pascakejadian pada Selasa (2/6) sore sekitar pukul 17.05, pihak kampus langsung mengerahkan ambulans untuk membawa korban ke salah satu rumah sakit terdekat. Setelah itu, kedua korban menjalani rangkaian operasi di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo pada hari yang sama.

Baca juga: Kodam XX pastikan tanggung biaya warga diduga terkena peluru "nyasar"

Baca juga: Kodam XX tutup lokasi latihan menembak usai insiden peluru "nyasar"

Baca juga: Polisi uji balistik peluru yang nyasar tembus rumah warga di Ciracas

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |