Tangerang (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengatakan sosialisasi PP Nomor 17 Tahun 2026 tentang Perlindungan Anak dan Remaja di Ruang Digital (PP Tunas) harus dilakukan secara berulang dan melibatkan banyak pihak sehingga lebih efektif dalam membangun kesadaran anak.
Ketua Tim Hukum dan Kerja Sama Sekretariat Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Nanci Laura Sitinjak di Tangerang, Rabu, mengatakan strategi Pemerintah Kota Tangerang yang merangkul berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas Kominfo, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hingga Dinas Pendidikan dinilai tepat.
”Kolaborasi ini memperkuat efektivitas sosialisasi karena setiap OPD memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun perlindungan anak di ruang digital,” kata Nanci dalam keterangannya.
Pemerintah bersama berbagai pihak sedang menggencarkan sosialisasi PP Nomor 17 Tahun 2026 tentang Perlindungan Anak dan Remaja di Ruang Digital (PP Tunas).
Baca juga: Diskusi Komdigi dengan Roblox terus berlanjut untuk patuhi PP Tunas
Nanci mengatakan implementasi PP Tunas tidak dapat dilakukan secara instan. Pola kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang dalam sosialisasi PP Tunas kepada pelajar sangat tepat dan lebih efektif.
Dengan pemahaman yang terus ditanamkan, pelajar diharapkan tidak memandang aturan sebagai pembatas, melainkan sebagai bentuk perlindungan.
“Jadi tidak melihat ini sebagai pembatasan, tetapi memahami bahwa aturan ini hadir karena memang ada alasan perlindungan terhadap anak,” ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman mengatakan Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya memberikan sosialisasi agar penggunaan ruang digital disesuaikan dengan kondisi anak, baik dari segi umur maupun pergaulannya.
"Harapan kami, masyarakat bisa terus menjaga dan memelihara anak-anak kita agar mereka beraktivitas di ruang digital sesuai dengan batasan umur yang ada," tambahnya.
Baca juga: YouTube patuhi arahan Kemkomdigi, batasi pengguna di bawah 16 tahun
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































