Kodam Tuanku Imam Bonjol uji forensik balistik insiden peluru "nyasar"

3 weeks ago 26

Kota Padang (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol menyampaikan hingga saat ini masih melakukan uji forensik balistik atas insiden peluru "nyasar" yang mengenai dua warga sipil di kawasan Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat.

"Untuk proyektil masih dalam uji forensik dan tim investigasi masih melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq di Kota Padang, Kamis.

Dalam investigasi tersebut Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga bekerja sama dengan tim dari Jakarta terutama perihal uji balistik. Saat ini, TNI masih terus bekerja dan mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan.

Kapendam tidak menampik bahwa peluru nyasar bisa saja berasal dari personel TNI yang pada saat kejadian sedang melaksanakan latihan menembak di Lapangan Tembak Lapai, Kota Padang.

"Ada kemungkinan tapi masih dilakukan uji forensik," katanya.

Kolonel Taufiq memastikan TNI akan bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel dalam mengungkap kasus peluru nyasar yang mengenai dua warga sipil pada Selasa (2/6) di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang.

Dari hasil investigasi awal yang disampaikan pada Rabu (3/6), Kapendam mengatakan proyektil yang mengenai korban diketahui berukuran sembilan milimeter. Pada saat peristiwa itu terjadi Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang memang sedang menjalani latihan menembak.

Ia menyampaikan saat latihan prajurit tidak hanya menggunakan senjata laras panjang, tetapi juga senjata laras pendek. Namun, tim investigasi masih membutuhkan waktu untuk mengecek proses pelaksanaan latihan hingga di tempat kejadian perkara.

"Namanya menggali investigasi segala kemungkinan. Segala asumsi kita coba gali sedalam-dalamnya dan mudah-mudahan kita bisa menghasilkan suatu kesimpulan," harap dia.

Terakhir, apabila nantinya ditemukan adanya personel yang menyalahi standar operasional prosedur, maka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Intinya tidak usah takut, tidak usah khawatir kita akan transparan," ucap dia.

Baca juga: Kodam XX tutup lokasi latihan menembak usai insiden peluru "nyasar"

Baca juga: Komnas HAM wanti-wanti kasus peluru "nyasar" di Sumbar tidak terulang

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |