Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Marine Survey Equipment Training (MSET) di Ancol Jakarta, sebagai bagian kerja sama Korea–Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) guna memperkuat kapasitas SDM kelautan melalui kolaborasi internasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP I Nyoman Radiarta menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis selaras dengan kebijakan nasional, terutama dalam pengembangan budidaya perikanan, penguatan armada tangkap, serta pengelolaan sumber daya laut berbasis data.
“Semua itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan data kelautan yang akurat, di mana KIOTEC memegang peran penting,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Ia menekankan pentingnya SDM adaptif berbasis sains untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan kebutuhan pangan.
Manajer Proyek KIOTEC Park Hansan menekankan bahwa pembangunan kapasitas tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga pola pikir kolaboratif lintas disiplin.
“Fokus ODA (official development assistance) KIOTEC bukan hanya pada program atau fasilitas, tetapi pada pengembangan SDM yang mampu memahami kompleksitas laut dan menerjemahkan ilmu menjadi solusi konkret,” ujarnya.
Adapun pelatihan digelar pada 13-16 April 2026, dengan fokus pada peningkatan kapasitas profesional kelautan muda Indonesia.
Pelatihan diikuti oleh 40 mahasiswa magister dari sembilan perguruan tinggi: ITB, IPB, UGM, Undip, Unhas, Unpas, UB, Unpatti dan UNUD.
Pelatihan MSET berfokus pada pengukuran fisika kelautan, mencakup penggunaan acoustic doppler current profiler (ADCP) untuk analisis arus laut, conductivity, temperature, depth (CTD) untuk profil kolom air, serta grab sampler dan sieve shaker untuk analisis geologi dan bentik.
KIOTEC diluncurkan pada 24 Februari 2026 di Jakarta sebagai pusat pelatihan hasil kolaborasi antara KKP dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan.
Program ini tidak hanya menyediakan infrastruktur pelatihan, tetapi juga transfer teknologi, penguatan jejaring internasional, serta peningkatan kapasitas riset kelautan nasional.
Baca juga: KKP evaluasi reklamasi proyek Surabaya Waterfront Land
Baca juga: KKP bangun 5 Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Tangerang
Baca juga: Rekrutmen 5.476 pengelola Kampung Nelayan Merah Putih resmi dibuka
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































