Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggandeng TNI hingga bidan untuk meningkatkan kepesertaan KB pria guna memperluas jangkauan partisipasi yang saat ini berada di angka tiga persen di Indonesia.
Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Kemendukbangga/BKKBN Wahidin dalam Kick Off Kelas Ayah Idaman di Jakarta, Rabu, mengatakan program ini diluncurkan untuk mengoptimalkan penggunaan kontrasepsi pria di Indonesia yang saat ini berada di kisaran tiga persen guna menuju target empat persen.
"Oleh karena itu, kami meluncurkan Program Ayah Idaman, di mana suami didorong terlibat aktif pada keputusan pemilihan KB dalam keluarga. Pada tahap awal, 1.000 bidan praktik mandiri dilibatkan sebagai proyek percontohan," kata Wahidin.
Ia mengemukakan, rata-rata pria umumnya menggunakan KB kondom yang saat ini penggunanya sekitar 900 ribu orang, sedangkan pengguna Metode Operasi Pria (MOP/vasektomi) sekitar 31 ribu orang.
"Angka tersebut masih cukup rendah bila dibandingkan sekitar 27 juta pengguna kontrasepsi secara keseluruhan," ujar Wahidin.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan suami dalam setiap pengambilan keputusan bagi keluarga, mengingat selama ini masih banyak kehamilan yang tidak direncanakan karena istri menghentikan penggunaan kontrasepsi.
"Penghentian kontrasepsi sering dipicu ketidakcocokan secara medis terhadap metode yang digunakan karena suami sering kali belum dilibatkan secara maksimal dalam proses diskusi mengenai kontrasepsi. Akibatnya, keputusan menghentikan kontrasepsi dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan," paparnya.
Wahidin mengatakan, bidan diharapkan dapat memfasilitasi edukasi kepada pasangan agar suami memahami risiko kehamilan, termasuk risiko terhadap keselamatan ibu dan bayi.
Selain itu, TNI juga menjadi salah satu mitra pendukung program, dengan perluasan kepada instansi lain seperti Satpol PP dan dinas pemadam kebakaran, mengingat sebagian besar instansi tersebut didominasi oleh laki-laki.
"Para pimpinan instansi diharapkan menyosialisasikan program kepada seluruh anggotanya atau getok tular. Program Ayah Idaman bertujuan agar suami aktif mendampingi istri sejak trimester pertama kehamilan hingga proses persalinan, serta terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai pemilihan metode kontrasepsi pascapersalinan," tuturnya.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































