BNN sebut pengabdian melawan narkoba bernilai ibadah

6 days ago 11
“Setiap tetes keringat saat menjalankan tugas sebenarnya adalah ibadah. Kalau semua pengabdian itu diniatkan karena Allah, maka pekerjaan kita sehari-hari InsyaAllah bernilai pahala,”

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut pengabdian melawan narkoba bernilai ibadah, dalam momentum buka puasa bersama di lingkungan BNN, Jakarta, Kamis (5/3).

Bagi aparatur negara, menurutnya, bekerja dan pengabdian kepada masyarakat bisa menjadi bentuk ibadah jika dijalankan dengan niat yang tulus.

“Setiap tetes keringat saat menjalankan tugas sebenarnya adalah ibadah. Kalau semua pengabdian itu diniatkan karena Allah, maka pekerjaan kita sehari-hari InsyaAllah bernilai pahala,” ujar Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dia mengingatkan menjalankan tugas negara tidak hanya membutuhkan kemampuan profesional, tetapi juga ketenangan batin dan kekuatan rohani agar semangat pengabdian tetap terjaga.

Dengan begitu, ia berpendapat pembinaan spiritual menjadi penting agar para pegawai tidak merasa lelah secara mental dalam menjalankan tanggung jawab.

Suyudi pun mengajak seluruh keluarga besar BNN memanfaatkan sisa Ramadhan dengan memperbanyak amal kebaikan, baik melalui ibadah ritual maupun aksi sosial.

Lebih jauh, dirinya menegaskan puasa Ramadhan juga menjadi latihan pengendalian diri yang sangat relevan dengan semangat reformasi birokrasi.

"Nilai-nilai spiritual yang tumbuh selama Ramadhan diharapkan memperkuat integritas insan BNN untuk bekerja disiplin, menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta terus berkomitmen dalam menjalankan tugas demi menyelamatkan generasi bangsa," tuturnya.

Momentum buka puasa bersama tersebut pun
dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan Ramadhan. Kebersamaan itu menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan BNN untuk mengisi ulang energi spiritual di tengah tugas melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Sebelumnya, BNN RI bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Santri Pasundan bersinergi memperkokoh ketahanan generasi dari ancaman narkotika, dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (3/3).

Kepala BNN RI menegaskan Indonesia masih menghadapi ancaman serius dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang penyebarannya telah merambah berbagai wilayah, termasuk pedesaan dan lingkungan pendidikan.

"Generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran jaringan pengedar," ucap Suyudi, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/3).

Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan langkah pencegahan yang komprehensif melalui penguatan ketahanan moral, spiritual, dan sosial sejak dini agar generasi bangsa memiliki daya tangkal yang kuat terhadap ancaman narkotika.

Baca juga: BNN dan Santri Pasundan perkokoh ketahanan generasi dari narkotika

Baca juga: BNN dan Citilink persempit ruang gerak peredaran narkotika

Baca juga: BNN: Program MBG selaras dengan visi "Ananda Bersinar"

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |