BI Jatim perkirakan kinerja penjualan eceran Surabaya terjaga pada Mei

2 hours ago 2

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (Jatim) memperkirakan penjualan eceran di Surabaya tetap terjaga pada Mei 2026 sesuai Survei Penjualan Eceran (SPE).

"Kinerja penjualan eceran di Kota Surabaya pada Mei 2026 diprakirakan tetap terjaga," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim di Surabaya, Kamis.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2026 yang diproyeksikan mencapai 473,4 atau relatif stabil dibandingkan realisasi April 2026 sebesar 473,3.

Terjaganya aktivitas penjualan didukung oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) meliputi Kenaikan Isa Almasih, Iduladha, dan Hari Raya Waisak.

Secara tahunan, penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan mengalami kontraksi sebesar 3,1 persen (year-on-year/yoy) namun menunjukkan perbaikan dibandingkan April 2026 yang terkontraksi 3,7 persen (yoy).

Perbaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori serta barang budaya dan rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 0,02 persen (month-to-month/mtm) setelah pada April 2026 mengalami kontraksi 9,3 persen (mtm).

Peningkatan ini didukung oleh membaiknya penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori serta kelompok barang lainnya, khususnya subkelompok sandang.

Perkembangan itu juga sejalan dengan kondisi nasional yakni Indeks Penjualan Riil nasional pada Mei 2026 yang diprakirakan tetap terjaga di level 225 meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi April 2026 sebesar 226,9.

Sebelumnya, normalisasi permintaan masyarakat pasca-Idulfitri 1447 Hijriah menyebabkan Indeks Penjualan Riil Surabaya pada April 2026 turun menjadi 473,3 dari 529,1 pada Maret 2026.

Secara tahunan, penjualan eceran April 2026 tercatat terkontraksi 3,7 persen (yoy) setelah pada Maret 2026 tumbuh 14,5 persen (yoy).

Berdasarkan kelompok komoditas, pertumbuhan positif pada kelompok suku cadang dan aksesori serta barang budaya dan rekreasi belum mampu sepenuhnya mengimbangi kontraksi pada beberapa kelompok komoditas lainnya.

Secara bulanan, penjualan eceran April 2026 juga mengalami kontraksi 10,6 persen (mtm) setelah pada Maret 2026 tumbuh 9,3 persen (mtm) terjadi hampir pada seluruh kelompok komoditas sebagai dampak normalisasi permintaan masyarakat pasca-HBKN Idulfitri.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |