Jakarta (ANTARA) - Advisor JF3 Fashion Festival 2026 Thresia Mareta memprediksi tren fesyen Indonesia dalam beberapa tahun ke depan masih akan didominasi busana kasual atau daily wear, seiring masyarakat yang semakin gemar mengeksplorasi gaya berpakaian.
Menurut dia, perubahan tersebut menjadi peluang bagi para desainer untuk menghadirkan ide-ide baru sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Kalau kita melihat tren fashion Indonesia ya pastinya masih yang banyak dipakai untuk hari-hari ya, tapi kita juga melihat bahwa masyarakat kita sekarang lebih fashionable, mereka juga lebih banyak mengeksplorasi fashion. Jadi itu adalah kesempatan para desainer sebenarnya untuk menghadirkan satu ide yang baru," kata Thresia saat ditemui usai media preview JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan tren fesyen di Indonesia tidak selalu mengikuti perkembangan internasional karena masyarakat cenderung memilih busana untuk aktivitas sehari-hari.
"Indonesia nggak selalu ngikutin tren internasional sih tapi lebih ke daily wear kalau menurut saya," ujarnya.
Baca juga: JF3 ajak seluruh ekosistem bangun masa depan industri fesyen Indonesia
Di tengah perkembangan tren tersebut, Thresia mengingatkan pelaku industri agar menjadikan sustainability sebagai praktik yang diterapkan dalam seluruh proses produksi, bukan sekadar menjadi klaim atau jargon.
"Kalau buat kami sekarang sebenarnya isu sustainability itu kan jadi isu yang udah biasa ya. Sudah selayaknya itu jadi pemikiran banyak orang karena semua orang sudah merasakan kayak panas dan lain-lain itu sudah harus jadi satu perhatian," katanya.
Menurut dia, penerapan sustainability di industri fesyen mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan limbah hingga proses produksi yang bertanggung jawab.
"Nggak cuma sekedar jargon, 'oh saya sustainable karena saya pakai sisa produksi', tapi di titik-titik eksekusi lainnya kan itu harus diimplementasikan juga perkara sustainable ini," ujar Thresia.
Ia menambahkan JF3 Fashion Festival 2026 turut menghadirkan pembahasan mengenai sustainability melalui seminar PINTU Incubator sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan festival tahun ini.
JF3 Fashion Festival 2026 mengusung tema "Recrafted: Shaping the Future" sebagai upaya memperkuat ekosistem fashion Indonesia yang menghubungkan kreativitas, craftsmanship, pengembangan talenta, bisnis, dan akses pasar.
Festival tersebut juga menghadirkan desainer dan jenama dari Indonesia, Prancis, Korea Selatan, serta sejumlah negara di Asia Tenggara. Acara tersebut akan diselenggarakan pada 22 Juli sampai dengan 29 Juli 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading.
Baca juga: JF3 Food Festival 2025 suguhkan citarasa Nusantara di La Piazza
Baca juga: Pakar sebut Indonesia miliki potensi besar di industri fesyen global
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif dukung produk fesyen lokal menuju global
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































