Malut United fokus bina akademi untuk cetak talenta sepak bola

2 hours ago 3

Ambon (ANTARA) - Malut United memfokuskan pengembangan Akademi Merah Putih sebagai upaya mencetak talenta sepak bola usia dini di Maluku dan Maluku Utara agar mampu bersaing hingga level internasional.

"Di Maluku Utara kami fokus pada Akademi Merah Putih. Kami harus memilih antara akademi atau Liga 1. Regulasi Liga 1 sangat dinamis, misalnya musim ini jumlah pemain asing bisa mencapai 11 orang. Kondisi itu juga berkaitan dengan kesiapan fasilitas pendukung seperti rumah sakit internasional, sekolah internasional, dan lainnya," kata Presiden Malut United Sofyan Lestaluhu saat dihubungi dari Ambon, Kamis.

Ia mengatakan ditengah dinamika sepak bola tanah air saat ini, pembinaan usia dini menjadi pilihan strategis karena sejalan dengan visi pemilik Malut United, David Glen, yang menempatkan sepak bola sebagai sarana memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Oleh sebab itu pihaknya pun menegaskan pergantian nama dan homebase Malut United untuk berkiprah di kasta tertinggi sepak bola tanah air merupakan satu langkah strategis yang harus dipilih manajemen untuk kemajuan sepak bola nasional khususnya di kawasan Indonesia timur.

Menurut Sofyan, keberadaan akademi bukan semata-mata untuk mencetak pemain profesional, tetapi juga membuka akses pembinaan bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi.

"Tujuan utama kami di sepak bola adalah sosial, dan akademi adalah tempat yang tepat. Liga 1 hanya bonus. Harapan kami, anak-anak Maluku dan Maluku Utara suatu saat dapat bermain di klub-klub top Eropa," ujarnya.

Kerja sama antara Malut United dengan Benfica untuk membina akademi merah putih guna mencetak talenta muda berbakat (ANTARA/HO-Malut United)

Baca juga: Malut United gandeng SL Benfica bangun akademi sepak bola usia dini

Ia menjelaskan Akademi Merah Putih diprioritaskan bagi anak-anak yatim, piatu, dan keluarga kurang mampu sehingga mereka memperoleh kesempatan mendapatkan pembinaan sepak bola dengan standar internasional.

Akademi Merah Putih sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Malut United dan klub asal Portugal, S.L. Benfica, yang diresmikan di Ternate pada 16 Mei 2026. Program tersebut mengadopsi kurikulum serta metodologi pembinaan Benfica dalam mengembangkan kemampuan teknis, fisik, dan karakter pemain usia dini.

Program pembinaan dirancang berlangsung selama lima tahun dengan fokus menjaring anak-anak berusia 7 hingga 9 tahun dari berbagai daerah di Indonesia Timur.

Untuk memastikan kualitas pembinaan, Benfica mengirimkan dua pelatih akademinya ke Indonesia guna mendampingi proses pelatihan sekaligus memastikan penerapan standar internasional sesuai sistem yang diterapkan klub tersebut.

Sofyan menilai investasi pada pembinaan usia dini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan sepak bola nasional, sekaligus membuka peluang lahirnya pesepak bola asal Maluku dan Maluku Utara yang mampu menembus kompetisi elite Eropa.

Di sisi lain, terkait perkembangan klub, Lestaluhu menyampaikan bahwa perubahan identitas Malut United masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan setelah seluruh proses administrasi di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) rampung. Saat ini dikabarkan Malut United akan mengganti nama dan homebasenya di Jawa Tengah.

"Nama baru masih dalam tahap finalisasi. Nanti akan kami sampaikan setelah seluruh proses di PSSI selesai. Yang terpenting, kami bersyukur mendapat sambutan positif dari berbagai elemen sepak bola di Jawa Tengah, khususnya suporter di Semarang," kata dia.

Baca juga: Malut United terkendala kebugaran pemain sehingga gagal kalahkan Arema

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |