Pangkalpinang (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut akan menambah 800.000 unit papan interaktif digital atau interactive flat panel (IFP) di seluruh sekolah di Indonesia guna mengoptimalkan program digitalisasi sekolah.
"Pada tahun ini, kita akan menambah 800.000 IFP untuk satuan pendidikan di seluruh Indonesia," kata Abdul Mu’ti saat meresmikan Program Revitalisasi SMPN 9 Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kemendikdasmen untuk melaksanakan program revitalisasi dan digitalisasi sekolah, sebagai komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan membangun sekolah yang aman serta nyaman.
Kemendikdasmen selama 2025 telah mendistribusikan 288.865 papan panel interaktif digital ke seluruh sekolah di Indonesia, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Baca juga: Kemendikdasmen: IFP bantu ABK rasakan pengalaman "deep learning"
"Pada tahun ini kita akan menambah tiga unit papan interaktif digital untuk masing-masing satuan pendidikan, dengan total sekitar 800 ribu IFP ke seluruh sekolah di Indonesia," katanya.
Ia mengakui penambahan papan interaktif digital di seluruh sekolah ini memang sempat memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak. Pertama, jika IFP ditambah tentu daya listrik di sekolah akan bertambah.
"Kami sudah bekerja sama dengan PLN untuk penambahan daya di sekolah dengan bebas biaya dan untuk biaya operasionalnya tentu dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," katanya.
Ia menekan seluruh sekolah mendapatkan dana BOS dan bisa digunakan untuk mengoperasikan papan interaktif digital sekolah ini.
"Kami tidak hanya membagikan papan interaktif digital, tetapi juga melatih para guru agar papan digital ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya," katanya.
Baca juga: Kemendikdasmen tingkatkan mutu pembelajaran di SLB lewat panel digital
Pewarta: Aprionis
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































