Agrinas Palma bakal libatkan koperasi kelola lahan sawit

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - BUMN PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) akan melibatkan koperasi dalam pengelolaan lahan sawit melalui skema kemitraan plasma sebagai bagian dari pengembangan ekosistem perkebunan berbasis koperasi.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis.

Abdul Ghani mengatakan saat ini Agrinas Palma Nusantara mengelola sekitar 850 ribu hektare lahan sawit hasil penugasan pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah terverifikasi.

Luasan tersebut ditargetkan bertambah sekitar 400 ribu hektare sehingga mencapai 1,25 juta hektare.

Sesuai ketentuan yang berlaku, sedikitnya 20 persen dari total areal perkebunan harus dialokasikan untuk kebun plasma yang dikelola masyarakat.

"Artinya ada 250.000 hektare dalam jangka panjang minimal ya, dalam artian tentu ada kebijakan pemerintah kita akan ikut, minimal 250.000 hektare itu sama dengan 250 koperasi,” kata Ghani dalam jumpa pers usai penandatanganan MoU.

Selain itu, Ghani mengatakan di dalam areal seluas 850 ribu hektare yang saat ini dikelola Agrinas juga terdapat sekitar 120 ribu hektare kebun sawit rakyat yang belum memiliki kelembagaan formal.

Menurut dia, petani sawit rakyat tersebut juga akan dihimpun ke dalam koperasi agar memiliki wadah usaha yang lebih kuat sekaligus dapat bermitra secara resmi dengan Agrinas Palma Nusantara.

"Yang merupakan sawit rakyat selama ini belum memiliki ikatan yang formal. Kita akan bentuk koperasi. Jadi untuk plasmanya dibentuk koperasi, yang sawit rakyat juga akan kita himpun menjadi satu kelompok koperasi," ujarnya.

Baca juga: SIEXPO 2026 perkuat UMKM dan koperasi petani sawit

Baca juga: TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal membangun ekosistem perkebunan sawit berbasis koperasi.

Ia menyebut saat ini terdapat 1.135 koperasi yang bergerak di sektor perkebunan sawit, dan Kemenkop akan memperkuat pembinaan terhadap koperasi-koperasi tersebut agar mampu menjadi mitra Agrinas Palma Nusantara.

"Kami akan membantu pembinaan koperasi-koperasi petani sawit agar dikelola secara profesional,” ujar Ferry.

Ia menambahkan koperasi nantinya tidak hanya dilibatkan dalam pengelolaan kebun plasma, tetapi juga didorong masuk ke rantai nilai industri sawit, mulai dari pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) hingga produk turunannya.

Sebagai tahap awal, Ferry menyebut Kementerian Koperasi akan segera meresmikan pabrik CPO berbasis koperasi di Musi Banyuasin. Pabrik tersebut berdiri di atas areal sekitar 3.100 hektare dengan kapasitas produksi 60 ton per jam dan akan menjadi model pengembangan koperasi sawit di daerah lain.

Ferry menilai pelibatan koperasi di seluruh rantai bisnis sawit penting untuk menciptakan tata niaga yang lebih adil bagi petani.

"Selama ini kebunnya swasta, pabrik CPO-nya swasta, sampai produk turunannya juga swasta. Ke depan koperasi harus ikut terlibat mulai dari kebun, pengolahan, hingga produk turunannya,” katanya.

Baca juga: Penuhi pasar Eropa, Menkop perkuat hilirisasi sawit berbasis koperasi

Baca juga: Komisi VII DPR: PTPN IV-koperasi bentuk kongkrit hilirisasi sawit

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |