Kemdiktisaintek gandeng BSI untuk perluas manfaat KIP Kuliah

3 weeks ago 14

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam rangka memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi melalui berbagai program strategis seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Jakarta, Kamis menegaskan bahwa kemajuan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya.

Oleh karena itu, ia menggarisbawahi pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan penguasaan pengetahuan merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan bangsa, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai kunci menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.

"Tentu ini bagian dari keinginan kuat seluruh bangsa kita, bagaimana Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju terlepas dari kekuatan pangan dan energi, yang paling utama adalah sumber daya manusia," katanya.

Brian juga menyampaikan apresiasi atas komitmen BSI yang turut mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Kehadiran program BSI Talenta KIP Kuliah memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya kuliah, tetapi juga mengembangkan diri.

Baca juga: Kemdiktisaintek optimalkan Satgas PPKPT cegah kekerasan di kampus

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara BSI dan Kemdiktisaintek dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ia menyebut Program BSI Talenta KIP Kuliah diberikan kepada 500 penerima manfaat dari lebih 1000 pendaftar di 172 kampus.

Selain itu, BSI Talenta KIP Kuliah tidak hanya memberikan dukungan pendidikan kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah, tetapi juga menghadirkan pembinaan bagi penerima KIP Kuliah tingkat akhir yang bertujuan mempersiapkan karir pasca kampus agar penerima mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan keluar dari kemiskinan.

"Harapannya setelah akses pendidikan terbuka, tantangannya adalah bagaimana adik-adik mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik, siap masuk lingkungan kerja, dan akhirnya mampu hidup mandiri," ucap Anggoro.

Baca juga: Kemdiktisaintek perkuat kemitraan global akselerasi talenta unggul

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |