Kemarin, MBG fokus di 3T-3B hingga SKB perlindungan perempuan-anak

2 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita hari Kamis (4/6) dapat disimak kembali, mulai dari serba-serbi pembenahan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Pemerintah teken Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk pelayanan terpadu bagi perempuan dan anak di Jakarta.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

1.) Kepala BGN: MBG akan difokuskan di wilayah 3T dan kelompok 3B

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengemukakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Sekarang kita fokuskan ke 3T dan terutama untuk 3B. Setelah kita diskusi bersama para pakar, intervensi gizi itu memang paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia sembilan tahun atau sekolah dasar (SD). Nah, kita sekarang mengejar ke sana," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

2.) Kepala BGN: Perbaikan tata kelola MBG 2026 mulai dari efisiensi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyatakan perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 dimulai dari mengoptimalkan efisiensi anggaran.

"Kami concern hal pertama adalah untuk efisiensi, sehingga meski kini sudah tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, tetapi tidak menurunkan kualitas," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

3.) BGN moratorium pembangunan SPPG benahi tata kelola MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyatakan pihaknya akan moratorium atau menghentikan sementara pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai komitmen membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dalam rangka efisiensi anggaran, maka hal yang kami lakukan adalah pertama, refocusing (penyesuaian) penerima manfaat; kedua, moratorium dapur titik-titik baru; ketiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

4.) Komisi IX DPR minta Kepala BGN baru fokus benahi tata kelola MBG

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang yang baru saja ditunjuk Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026, fokus membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk," katanya saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.

5.) Pemerintah teken SKB layanan terpadu lindungi perempuan-anak Jakarta

Pemerintah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak di Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan sistem perlindungan yang terintegrasi dan efektif

"Kita tidak hanya menyaksikan penandatanganan SKB, tetapi lebih kepada meneguhkan komitmen menghadirkan sistem perlindungan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi di Jakarta, Kamis.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |