Makassar (ANTARA) - Dua Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengupas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait kontribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta kesiapan Laboratorium MBG untuk peningkatan gizi yang kini sedang dikembangkan pihak kampus.
"SPPG yang di Unhas ini jadi laboratorium yang bagus buat saya, dosen, peneliti, maupun mahasiswa. Kita libatkan semua," ujar Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas Prof Veny Hadju saat diskusi pubik "SPPG Unhas: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa" di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Pakar di bidang gizi itu mengemukakan,telah masuk dalam tim Unhas membawahi food and beverage salah satu unit bisnis dikelola PT Hadin Metavisi Akademika yang merupakan entitas bisnis Unhas. Divisi ini mensuplai makanan ringan maupun makanan siang di Rumah Sakit (RS) Unhas, sehingga ada peluang SPPG beroperasi di Unhas.
Baca juga: Mendiktisaintek: Kampus boleh dirikan SPPG sebagai sarana praktik
"Jadi, teman-teman dari FKM khususnya jurusan gizi dilibatkan dalam food and beverage division. Kita ada peluang dan ini saya jelaskan kenapa MBG ada di Unhas. Kebetulan, saya bidangnya gizi dan waktu di Amerika melihat langsung program woman in child nutrition, bagaimana pemberian makanan anak sekolah di sana," tuturnya.
Prof Veny menjelaskan Unhas memiliki sejumlah fakultas terkait, seperti FKM untuk pemenuhan gizi, hingga kedokteran yang menjadi dasar pembentukan MBG, sehingga, Unhas sangat memungkinkan menjadi laboratorium pemenuhan gizi pada program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.
"Di Unhas ini jadi laboratorium gizi. Bagus, karena literatur atau studi-studi dipublikasi dunia Internasional itu sangat banyak di Unhas terkait dengan gizi. Kita bisa terlibat karena ada lab. Saya kira itu awalnya mengapa ada MBG di Unhas," ucapnya.
Selain itu program telah dibuat untuk pengabdian masyarakat dengan menyentuh mitra dan sekolah. Edukasi gizi seimbang, lanjut dia, menjadi pendamping SPPG serta terus melakukan evaluasi demi mendapatkan formula gizi yang tepat sasaran dan berkualitas.
Baca juga: Mendiktisaintek dan Kepala BGN resmikan Dapur MBG Unhas
Sementara Dekan Fakultas Peternakan yang menjadi tim SPPG Unhas Prof Syahdar Baba menuturkan sejauh ini SPPG Unhas baru berjalan dua bulan sejak di luncurkan. Saat ini pihaknya terus mendesain produk makanan yang dapat diadaptasikan di SPPG guna memproduksi gizi bagi masyarakat.
"Program ini kita kawal terus dan kepentingan kami di Fakultas Peternakan memberikan nilai terbaik serta membangun empati dalam pengabdian ke masyarakat, terutama mitra Unhas. Kami membuat program melalui Laboratorium Gizi ini sistem edukasi lebih efisien, sehingga dapat mencetak blue print bagi sekolah maupun masyarakat," katanya.
Menurut dia, dapur SPPG di Unhas telah didesain dari hulu ke hilir dengan membangun ekosistemnya. Bahkan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa meminta setiap fakultas menyiapkan konsep pengembangan inovasi MBG sesuai bidangnya masing-masing, termasuk Fakultas Peternakan merancang kebutuhan telur serta daging berkualitas tinggi.
"Kami akhirnya mendesain itu sejak dari peternakan. Ada intervensi terkait pakannya berkualitas, istilahnya food suplemen diberikan, sehingga kualitas telur dan daging yang dihasilkan jauh lebih baik. Bahkan rektor meminta Dekan Fakultas Teknik mendesain mobil pengantaran lebih mudah ke sekolah, serta omprengnya jangan impor. Ini merupakan kontribusi kami pada ekosistem MBG," paparnya.
Baca juga: Mendiktisaintek apresiasi SPPG Unhas integrasikan riset dan gizi
Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































