ESDM: Realisasi bauran EBT lampaui target dengan capaian 17,89 persen

3 weeks ago 8
Bauran energi nasional mencerminkan adanya upaya transisi energi yang terus berjalan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan realisasi bauran energi pembangkit tenaga listrik dari energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 17,89 persen per April 2026, melampaui target yang ditetapkan sebesar 16,46 persen.

“Bauran EBT mengalami kenaikan melampaui target, yaitu dengan realisasi 17,89 persen. Di atas target 16,46 persen,” ucap Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis.

Tri menilai capaian tersebut cukup menggembirakan dan menunjukkan kinerja positif dari energi baru dan terbarukan.

“Bauran energi nasional mencerminkan adanya upaya transisi energi yang terus berjalan,” kata Tri.

Secara keseluruhan, produksi listrik nasional sampai dengan April 2027 mencapai 165,51 terawatt hour (TWh). Komposisi bauran energi dari produksi listrik nasional tersebut yakni 64,87 persen dari batu bara; sebesar 13,86 persen dari gas; kemudian 3,38 persen dari bahan bakar minyak (BBM); dan 17,89 persen dari EBT.

Wilayah dengan bauran EBT tertinggi berasal dari Sumatera, yakni 41,76 persen. Adapun total produksi listrik di pulau Sumatera sebesar 32,42 TWh. Sementara itu, batu bara menduduki posisi kedua di kawasan tersebut dengan komposisi bauran 38,40 persen; lalu gas sebesar 17,79 persen; dan BBM sebesar 2,05 persen.

Untuk produksi listrik di Pulau Jawa-Bali masih didominasi oleh batu bara. Dari 87,43 TWh listrik yang diproduksi di kawasan Jawa-Bali, sebesar 70,99 persen berasal dari batu bara; kemudian 16,66 persen berasal dari gas; sebesar 10,01 persen berasal dari EBT; dan 2,34 persen dari BBM.

“(Upaya transisi energi) masih memerlukan akselerasi untuk mengurangi dominasi fosil di dalam sistem tenaga listrik nasional,” kata Tri.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo membenarkan bahwasanya terdapat peningkatan bauran energi baru terbarukan.

Ia pun menyampaikan, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 menunjukkan 76 persen dari target penambahan kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 gigawatt (GW) berasal dari energi terbarukan seperti surya, air, angin, dan panas bumi, serta didukung oleh sistem penyimpanan energi (baterai dan pumped-storage hydropower).

“Dalam RUPTL itu, 76 persennya berbasis energi baru terbarukan dan juga baterai energy storage system, yaitu 52,8 GW,” ujar Darmawan.

Dalam satu tahun sejak RUPTL diterbitkan, Darmawan memaparkan PLN telah mengeksekusi kurang lebih 22,57 GW atau 43 persen pembangkit berbasis EBT, termasuk 0,78 GW yang telah berhasil beroperasi.

“Jadi, dari 52,8 GW, itu 43 persennya itu pembangkit berbasis EBT ini sudah dalam proses eksekusi. Kami diminta untuk laporan setiap dua minggu,” kata Darmawan.

Baca juga: ESDM: Bauran energi bersih di ketenagalistrikan lampaui target RUKN

Baca juga: Kementerian ESDM: PLTS atap jadi kunci untuk capai bauran EBT

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |