Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan sebanyak enam wilayah kecamatan di daerah itu terdampak bencana alam banjir akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Minggu (11/1).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik di Tangerang, Senin mengatakan bahwa dari enam wilayah yang terendam banjir itu di antaranya seperti di Teluk Naga, Kosambi, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk hingga Sepatan.
"Berdasarkan data yang terlapor sejak Minggu (11/1) hingga hari ini total ada 18 titik banjir dengan enam wilayah kecamatan," katanya.
Ia bilang, ketinggian banjir yang melanda di sebagian wilayah Kabupaten Tangerang ini bervariasi mulai dari ketinggian 30 centimeter hingga 140 centimeter.
Menurutnya, bencana alam ini terjadi selain disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, juga akibat luapan air dari sungai serta danau yang tidak bisa menampung debit air.
"Hingga saat ini kami masih melakukan pendataan titik banjir yang melanda permukiman warga," tuturnya.
Taufik mengungkapkan, atas banjir yang telah melanda wilayahnya tersebut setidaknya ada sekitar 1.000 lebih jiwa dengan 1.014 lebih kepal keluarga (KK).
"Seperti yang dilaporkan di Perum Villa Tomang Baru, RT/RW 01/17, desa Gelam Jaya ada 23 rumah dengan tinggi air 140 cm," ujarnya.
Selain banjir, tambah dia, terdapat laporan kejadian bencana seperti pohon tumbang dan rumah roboh terjadi di kecamatan Sukamulya dan Gunung Kaler.
"Kami juga menerima pelaporan adanya pohon tumbang dan rumah roboh. Saat ini kami sudah menanganinya," kata dia.
Baca juga: 100 keluarga korban banjir di Pidie Jaya diusulkan masuk huntara
Baca juga: Kemenhut terus optimalkan kayu banjir bangun huntara di Aceh Utara
Baca juga: Kemensos dirikan dapur umum untuk korban banjir di OKU Timur
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































