Yogyakarta (ANTARA) - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengemukakan agenda Jogja-NETPAC Asian Festival Film (JAFF) yang rutin diselenggarakan di Kota Yogyakarta bisa tumbuh dan berkembang di daerah lain di luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kita berharap JAFF yang ada di Yogyakarta ini bisa juga tumbuh juga di provinsi-provinsi lain," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim setelah kunjungan kerja Panja di Yogyakarta, Jumat.
Baca juga: DPR dorong penguatan diplomasi budaya lewat industri film nasional
Menurut dia, JAFF, sebuah festival film nasional berbasis Asia merupakan ajang kreativitas yang berperan sangat strategis dalam konteks memperluas distribusi film nasional, dan memperluas jaringan industri perfilman.
Dia mengatakan DPR bersama pemerintah dalam hal ini Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung pertumbuhan industri film nasional tersebut, tidak hanya di Yogyakarta, namun di daerah lain.
"Misalnya, saya berharap di Lampung bisa tumbuh, kemudian dari teman di Komisi VII DPR, ini bisa tumbuh di Riau dan seterusnya, bukan hanya di satu tempat," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi organisasi seni industri film salah satunya Yayasan Sinema Yogyakarta harus diselesaikan bersama agar terus tumbuh dan distribusi film terus meluas.
"Sehingga, harapan dari teman-teman pelaku industri film sendiri terkait dengan kebijakan yang harus dilakukan pemerintah tadi sudah kita terima, kita akan bahas di tingkat Panja," katanya.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan ingin talenta perfilman punya ruang tumbuh
Baca juga: Kemendikbudristek: Film media belajar tepat soal perbedaan budaya
Dia berharap peran dari para pemangku kepentingan di pemerintah pusat dan daerah mendukung pertumbuhan industri film nasional di daerah, salah satunya melalui kegiatan seperti festival film tersebut.
"Kita lihat ada sekitar 60 sampai 70 komunitas film se-Indonesia. Kami berharap dialog ini menghasilkan gagasan dan informasi penting yang jadi bahan bagi Panja untuk diskusi dengan semua pemangku kepentingan dalam memajukan film nasional," katanya.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































