BNPB: Perbaikan pipa air bersih pascabanjir di Sinjai terus diupayakan

2 weeks ago 15

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan proses perbaikan saluran pipa air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terputus akibat banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, masih terus diupayakan.

"Perbaikan pipa PDAM yang rusak masih terus diupayakan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kerusakan sarana vital tersebut telah mengganggu pasokan air bersih, terutama bagi warga terdampak di wilayah Dusun Waetuo

Adapun kerusakan infrastruktur perpipaan itu dipicu oleh bencana tanah longsor dan banjir yang melanda wilayah Kabupaten Sinjai yang diterpa hujan lebat sepanjang Rabu (3/6)-Kamis (4/6).

Baca juga: BNPB: Petugas-warga buka akses jalan terdampak longsor di Sidrap

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan tanah longsor akibat struktur tanah yang labil tersebut berdampak pada tujuh rumah warga, satu hektare sawah, satu jembatan, serta memutus enam ruas jalan penghubung antardesa.

Selain longsor, terjangan banjir juga merendam 21 rumah, 60 hektare sawah, merusak belasan ruas jalan, serta menyebabkan fasilitas pendidikan, perkantoran, dua perahu hanyut, hingga dua ekor kuda milik peternak setempat mati tenggelam.

Meskipun demikian, menurut Abdul, dilaporkan dari tim reaksi cepat BPBD Sinjai bahwa genangan banjir sudah mulai surut, namun akses jalan penghubung antara Desa Sukamaju dan Desa Erabaru di Kecamatan Tellu Limpoe dilaporkan masih terputus.

Baca juga: BNPB: Penanganan banjir di Poso butuh dukungan alat berat

Untuk mempercepat pemulihan, tim gabungan dari BPBD, Polsek Sinjai, dan Babinsa telah diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsoran jalan, mendistribusikan logistik permakanan, serta menyiagakan warga dari potensi longsor susulan

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |