AS jatuhkan sanksi ke Presiden Kuba Diaz-Canel dan anak Raul Castro

2 weeks ago 10

Washington (ANTARA) - Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dan beberapa anggota lingkaran dalam pemerintahannya, termasuk kerabat mantan presiden Raul Castro.

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) AS memasukkan Diaz-Canel bersama istri dan anaknya, yakni Lis Cuesta Peraza dan Manuel Anido Cuesta, ke dalam daftar Warga Negara yang Ditunjuk Secara Khusus.

Sanksi juga diberikan kepada anak dan cucu Raul Castro, yaitu Alejandro Castro Espin dan Raul Alejandro Castro Calis.

Langkah itu juga menargetkan Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner (MINFAR), militer Kuba, dan Komite Pertahanan Revolusi (CDR), sebuah sistem pemantauan lokal berskala besar yang didirikan pada tahun 1960 untuk melaporkan aktivitas "kontra-revolusioner".

Penetapan sanksi tambahan diberikan kepada perusahaan pertambangan yang didukung Pemerintah Kuba, yaitu Minera La Victoria SA, serta Institut Persahabatan Kuba dengan Rakyat (ICAP), termasuk divisi perjalanan komersialnya, Amistur Cuba SA.

Baca juga: Trump sebut tak akan eskalasi terhadap Kuba usai AS dakwa Raul Castro

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Kamis (4/6), bahwa Washington berencana untuk "menangani" Kuba setelah menyelesaikan urusan terkait Iran.

"Negara itu sudah runtuh dan kami akan menanganinya segera setelah kami selesai, kami akan menangani Republik Islam Iran; dan begitu selesai, dalam perjalanan pulang, kami hanya akan singgah sebentar," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.

Ketika ditanya apakah sanksi AS terhadap Kuba untuk mempercepat keruntuhannya, Trump menjawab "tidak". Trump menegaskan bahwa dia hanya ingin Kuba menjadi "negara yang dapat dikelola dengan baik dan mampu memberi makan rakyatnya".

Tidak ada reaksi langsung dari Havana.

Baca juga: Rusia tegaskan tetap dukung Kuba di tengah tekanan eksternal

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuding Kuba melakukan kampanye berkelanjutan, berupa perang politik, ideologis, dan institusional terhadap, Amerika Serikat.

"Sanksi ini menargetkan jaringan aksi radikal yang luas dan kekerasan dari rezim Kuba serta para aktor yang melaksanakan dan mendanai jaringan itu. Entitas dan individu yang ditetapkan hari ini mengarahkan atau mendanai rezim tersebut dan upayanya untuk memobilisasi gerakan revolusioner radikal di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," ujar Rubio.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Ribuan warga Kuba demo di Kedubes AS atas dakwaan Raul Castro

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |