Akses ke Desa Tempur Jepara mulai terbuka, listrik kembali menyala

2 hours ago 4

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berhasil membuka kembali akses jalan menuju Desa Tempur, kabupaten setempat, yang sebelumnya terisolasi akibat bencana tanah longsor di sejumlah titik, dan pasokan listrik di desa tersebut juga kembali menyala.

"Akses jalan yang bisa dilalui terbatas untuk kendaraan roda dua dan untuk melintas juga dibutuhkan keberanian serta kehati-hatian. Paling aman masih dengan berjalan kaki. Sementara listrik sudah menyala sejak Minggu (11/1) petang," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto di Jepara, Senin.

Ia menjelaskan proses pembersihan jalan dari material longsoran masih terus dilakukan dengan mengerahkan empat unit alat berat agar akses jalan dapat segera dibuka secara penuh.

Baca juga: Banjir bandang terjang Sumberrejo Jepara ratusan rumah terdampak

Untuk ketersediaan logistik di Desa Tempur, Kecamatan Keling Arwin memastikan dalam kondisi aman. Stok beras mencukupi, termasuk tambahan bantuan dari Bupati Jepara sebanyak sekitar lima ton. Namun, karena keterbatasan akses, distribusi baru bisa dilakukan sebanyak 2,5 ton.

"Hari ini kami upayakan distribusi beras bisa mencapai antara 5 sampai 7 ton ke Desa Tempur," ujarnya.

Selain beras, kebutuhan lain, seperti elpiji dan susu balita juga dipastikan tersedia dan aman untuk warga terdampak.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo memastikan Pemkab Jepara terus mempercepat langkah pemulihan pasca-bencana.

"Kami bersama rombongan turun langsung meninjau lokasi bencana untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal dan terintegrasi. Prioritas utama pemerintah membuka isolasi wilayah dan memulihkan utilitas dasar. Alhamdulillah, listrik sudah menyala dan akses jalan mulai terbuka. Ini berkat kerja keras seluruh tim gabungan di lapangan," ujarnya.

Dalam tinjauan tersebut, Pemkab Jepara juga mematangkan rencana penguatan tebing jalan yang amblas dengan konstruksi bronjong serta pengalihan aliran air guna mencegah kerusakan lanjutan, yang segera dilaksanakan saat kondisi cuaca memungkinkan.

Pemkab Jepara juga memastikan penanganan warga terdampak berjalan baik. Distribusi logistik ke posko pengungsian serta operasional dapur umum terus dipantau agar tetap aman dan lancar. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci kelancaran penanganan bencana.

Baca juga: BNPB: Tanaman padi petani Jepara yang puso dapat ganti rugi

Baca juga: Ratusan rumah di Jepara terdampak banjir

Camat Keling Lulut Andi Arianto mengonfirmasikan bahwa kondisi lapangan yang semakin membaik serta terbukanya akses jalan sangat vital untuk mempercepat masuknya bantuan dan peralatan.

"Dengan listrik yang sudah menyala, kami optimistis pemulihan Desa Tempur bisa berlangsung lebih cepat," ujarnya.

Sementara Kepala Desa Tempur Mariyono mengapresiasi kehadiran pemerintah di tengah warga, sehingga lebih tenang, karena pemerintah hadir langsung memastikan kebutuhan terpenuhi. Sedangkan kerja bakti dan gotong royong warga juga terus berjalan.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |