Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim mengunjungi Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara untuk menguatkan peran layanan dan pengawasan keimigrasian dalam mendukung kawasan industri strategis.
Dalam kunjungan kerja pada 12-13 Januari tersebut, Silmy beserta jajaran Kementerian Imipas meninjau fasilitas keimigrasian yang beroperasi di bandara khusus domestik di IWIP serta mengunjungi sejumlah fasilitas utama kawasan industri, termasuk pelabuhan, pembangkit listrik, fasilitas pengolahan nikel, dan industri baterai.
Silmy dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis menegaskan bahwa kehadiran Imigrasi di kawasan industri memiliki fungsi strategis dalam memastikan bahwa aktivitas investasi dan mobilitas tenaga kerja berjalan tertib dan mendukung perekonomian nasional.
"Potensi ekonomi di kawasan ini menuntut pelayanan keimigrasian yang kuat dan responsif agar aktivitas industri dan investasi dapat berjalan optimal," katanya.
Ia juga menekankan dukungan terhadap kawasan industri merupakan hasil kerja bersama berbagai kementerian dan lembaga.
"Kami melihat kehadiran sinergi yang kuat di Kawasan Industri Weda Bay antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Karantina serta unsur TNI dan Polri dalam menjaga agar IWIP berjalan sesuai aturan dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Silmy juga menyampaikan IWIP kini berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi nikel. Menurutnya, nilai investasi di kawasan tersebut telah mencapai sekitar Rp500 triliun dengan tingkat pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar 20 persen per tahun, jauh di atas rata-rata nasional.
Sementara itu, Direktur PT IWIP Scott Ye menyampaikan kunjungan Wamen Imipas tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pengelola kawasan.
"Kami menyambut baik kunjungan Wakil Menteri dan jajaran kementerian terkait. Kehadiran pemerintah di lapangan sangat penting untuk memastikan bahwa operasional kawasan industri, termasuk pengelolaan tenaga kerja dan mitra internasional, berjalan sesuai dengan ketentuan dan sejalan dengan arah kebijakan nasional. Dukungan pemerintah ini membuat penerapan aturan menjadi lebih konsisten dan efektif," ujarnya.
Kunjungan itu menegaskan peran Imigrasi sebagai bagian dari kehadiran negara di kawasan industri strategis.
Melalui pelayanan yang profesional, adaptif, dan terintegrasi dengan instansi lain, kata dia, Imigrasi menjadi salah satu pilar yang memastikan bahwa investasi, mobilitas tenaga kerja, dan aktivitas industri dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
Sebagai pengelola kawasan, IWIP berkomitmen terus memperkuat standar operasional dan sistem kepatuhan, termasuk peningkatan layanan pendukung kawasan, agar aktivitas industri berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.
Baca juga: Menhan apresiasi petugas yang tangkap WNA penyelundup nikel di IWIP
Baca juga: Menko perintahkan Imigrasi selesaikan hambatan terkait investasi asing
Baca juga: Menko Perekonomian: Weda Bay kawasan industri paling efisien di dunia
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































