Bupati Bogor berdayakan desa kelola sampah demi hemat miliaran rupiah

1 hour ago 2

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor, Jawa Barat, Rudy Susmanto memberdayakan desa dalam pengelolaan sampah untuk menekan biaya pengangkutan yang selama ini mencapai miliaran rupiah setiap tahun sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Rudy Susmanto usai rapat bantuan keuangan akselerasi desa bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Pendopo Bupati, Cibinong, Rabu, mengatakan, Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk sekitar 6,19 juta jiwa menghasilkan sampah sekitar 3.000 ton per hari, dengan asumsi setiap orang memproduksi sampah rata-rata setengah kilogram per hari.

Namun, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor saat ini baru mampu mengangkut sekitar 1.500 ton sampah per hari sehingga masih banyak sampah yang harus ditangani langsung di tingkat desa.

“Dari 1.500 ton itu membutuhkan biaya lebih dari Rp100 miliar per tahun. Maka kami ingin lebih efektif, lebih efisien, dan ini bisa menjadi potensi pendapatan ekonomi buat desa masing-masing,” kata Rudy.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di tingkat desa tidak memiliki korelasi langsung dengan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di TPA Galuga.

Baca juga: Bupati Bogor bentuk TRC Kebersihan percepat penanganan sampah

Menurut dia, fokus pemerintah daerah saat ini adalah menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, yakni di desa masing-masing, agar beban pengangkutan ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang.

Selain itu, desa juga diharapkan dapat menjadikan pengelolaan sampah sebagai potensi ekonomi baru, misalnya melalui kampung ramah lingkungan dan program pengelolaan berbasis masyarakat.

“Kami ingin desa menjadi rapi, desa menjadi bersih, desanya menjadi sehat, dan ke depan pengelolaan sampah ini bisa menjadi penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Rudy menambahkan, Pemkab Bogor juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pendampingan langsung ke sejumlah desa dalam membangun kampung ramah lingkungan.

Menurut dia, pendekatan jemput bola perlu dilakukan agar masyarakat lebih cepat terlibat dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan penataan kawasan Parung yang dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah, pemerintah desa, RT, RW, dan masyarakat agar pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan.

Baca juga: Bupati Bogor teken kerja sama PSEL untuk atasi darurat sampah

“Jadi bukan hanya pemerintah yang bergerak, masyarakat juga ikut menjaga dan melaksanakan kebersihan lingkungannya masing-masing,” kata Rudy.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |