Sambut jamaah dari Madinah, Bus Shalawat mulai beroperasi 30 April

1 hour ago 2
Beroperasi resminya tahap pertama pra-Armuzna mulai tanggal 30 April. Kita sudah siapkan untuk 12 kloter awal yang datang ke Makkah, busnya sudah siaga di sektor masing-masing

Makkah (ANTARA) - Layanan transportasi gratis Bus Shalawat bagi jamaah calon haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, siap beroperasi secara resmi mulai 30 April untuk menyambut kedatangan jamaah gelombang pertama dari Madinah, dengan menyiagakan 56 armada khusus disabilitas.

"Beroperasi resminya tahap pertama pra-Armuzna mulai tanggal 30 April. Kita sudah siapkan untuk 12 kloter awal yang datang ke Makkah, busnya sudah siaga di sektor masing-masing," kata Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Syarif Rahman di Makkah, Rabu.

Pada musim haji tahun ini pemerintah memberikan perhatian khusus pada aksesibilitas jamaah. Menurutnya, ada peningkatan jumlah bus khusus disabilitas dan pengguna kursi roda dari 52 unit pada tahun sebelumnya menjadi 56 unit.

Berbeda dengan bus reguler yang beroperasi 24 jam penuh, kata dia, bus disabilitas tersebut beroperasi berdasarkan sistem pemesanan (by order) untuk menjaga efektivitas. Setiap kelompok terbang (kloter) yang memiliki minimal lima orang pengguna kursi roda diwajibkan memesan layanan itu, khususnya untuk pelaksanaan umrah wajib.

Baca juga: Bus Shalawat 24 Jam siap layani jamaah calon haji Indonesia di Makkah

Secara keseluruhan layanan Bus Shalawat dioperasikan oleh konsorsium yang beranggotakan enam perusahaan angkutan, yakni Syarikah Rawaheel sebagai ketua konsorsium, bersama Dallah, Hafil, Abu Sarhad, Mawakib, dan Rawaf.

Armada yang digunakan merupakan bus standar kota (city bus) berkapasitas total 70 orang, dengan rincian 40 tempat duduk dan 30 pegangan tangan (handle grip). Fasilitas standar seperti sabuk pengaman dan pendingin air minum juga tersedia di setiap armada.

PPIH Arab Saudi memastikan seluruh layanan transportasi dari akomodasi jamaah menuju Masjidil Haram dan sebaliknya diberikan secara cuma-cuma dari awal kedatangan hingga kloter terakhir pulang.

Baca juga: Kemenhaj pastikan penanganan korban insiden bus jamaah di Madinah

Adapun terkait waktu tempuh, pengetatan aturan haji pada tahun ini diprediksi akan membuat arus lalu lintas di Makkah menjadi lebih lengang. Berdasarkan hasil simulasi, waktu tempuh rata-rata bus dari pemondokan ke Masjidil Haram hanya berkisar 15 hingga 20 menit.

"Waktu tempuh terlama dari Syisyah ke Terminal Syieb Amir itu hanya sekitar 20 menit. Kalau dari Aziziyah, Jarwal ke Jabal Ka'bah, atau Misfalah ke Ajyad rata-rata 15 menit," ujar Syarif.

Bus Shalawat tahap pertama akan terus beroperasi memfasilitasi ibadah jamaah hingga tanggal 5 Dzulhijjah. Layanan tersebut akan dihentikan sementara pada masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada 6-14 Dzulhijjah dan akan kembali beroperasi normal pada 15 Dzulhijjah.

Baca juga: Pemerintah pastikan tak ada korban jiwa kecelakaan bus jamaah haji

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |