Pemerintah siapkan pemerataan pusat data ke Timur Indonesia

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan rencana pemerataan pusat data tidak hanya berfokus di kota-kota besar yang ada di wilayah Barat Indonesia tapi juga hadir di daerah Timur Indonesia.

Pemerataan pusat data itu penting agar cakupannya tidak terpusat di satu wilayah saja dan hal ini tentunya bakal dikoordinasikan antarlintas kementerian terkait.

"Jadi kita lagi menyiapkan master plan untuk data center untuk (pelaku industri) private atau swasta. Kita akan mencoba mengupayakan bagaimana supaya bisa ada data center tidak hanya di daerah barat tapi juga di wilayah-wilayah timur," kata Wayan di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan laporan perusahaan riset pasar, Mordor Intelligence, industri pusat data di Indonesia dapat bertumbuh hingga 1,83 miliar dolar AS pada 2026 dan akan mencetak pendapatan hingga 3,48 miliar dolar AS pada 2031.

Membahas cakupannya, Jakarta menjadi wilayah yang paling banyak dipilih untuk pelaku industri mengoperasikan pusat datanya karena jaringan fiber yang masif dan menjadi titik labuh dari jaringan kabel bawah laut.

Baca juga: Kemkomdigi jadikan AI dan 5G akselerator Indonesia Emas 2045

Selain itu, pelaku pusat data Indonesia juga banyak beroperasi di Batam yang memiliki kedekatan dengan Singapura. Kondisi ini menunjukkan sebaran pelaku industri pusat data masih terfokus di wilayah barat Indonesia.

Padahal pemerataan pusat data di Indonesia sangat mungkin dilakukan mengingat luas wilayah yang besar bahkan mencakup lebih dari 17 ribu pulau berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (BIG).

Maka dari itu, apabila langkah pemerataan pusat data ke wilayah Timur Indonesia berhasil diwujudkan, hal ini dapat menjadi satu kelebihan lain dari Indonesia dalam lanskap industri pusat data.

"Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi hub data center di kawasan dan ini harus kita dorong menjadi lebih serius sebagai bagian dari positioning strategis nasional," kata Wayan.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi Denny Setiawan dalam diskusi forum IndoTelko 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026) (ANTARA/Livia Kristianti)

Sementara Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi Denny Setiawan menyebutkan koordinasi lintas kementerian ataupun lembaga negara yang terjalin untuk menyiapkan pusat-pusat data sebagai infrastruktur digital penunjang AI di antaranya koordinasi yang tengah berlangsung dengan Kementerian ESDM dan PLN.

Dalam koordinasi dengan kedua lembaga itu, Kemkomdigi berupaya mencari lokasi yang dapat ditawarkan pada pelaku industri pusat data yang memiliki alternatif daya untuk memasok energi bagi pusat data.

"Jadi kami juga berkoordinasi dengan teman-teman ESDM untuk mencari di mana lokasinya (yang memiliki potensi daya menunjang pusat data) kalau bisa lebih ke wilayah timur. Jadi tidak Jakarta lagi, Surabaya lagi, siapa tahu bisa ke Merauke," kata Denny.

Kemkomdigi menyebutkan penataan peta jalan industri pusat data nasional perlu dilakukan agar kedaulatan data nasional dapat tetap dijaga namun tetap membuka ruang investasi.

Selain dengan kedua lembaga, koordinasi penting yang perlu dijalin adalah dengan Kementerian Perindustrian yang saat ini menjadi pihak yang bertanggung jawab memberi izin operasi para pelaku industri pusat data di Indonesia.

Baca juga: Kemkomdigi ungkap perkembangan lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Baca juga: Indonesia-UEA bahas pengembangan pusat data hingga waste-to-energy

Baca juga: Kemkomdigi operasikan Pusat Data Nasional 1 secara terbatas

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |