Mendikdasmen: Spiritualitas dan kedaulatan ilmu penting bagi akademisi

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya spiritualitas kerja dan kedaulatan ilmu dalam bekerja sebagai akademisi.

"Ketika sudah merasa nyaman dengan pencapaian yang ada, seseorang sering kali kehilangan niat untuk naik lebih tinggi lagi. Inilah yang membuat orang berhenti berkembang," kata Mendiktisaintek Abdul Mu'ti dalam kunjungan ke Universitas Pembangunan Nasional "Veteran” Jakarta (UPNVJ) di Jakarta, Rabu.

Mendikdasmen mengingatkan rasa puas diri dapat menjadi hambatan dalam menjaga kualitas kerja. Oleh karena itu ia mengajak para akademisi untuk melihat pekerjaan melalui perspektif spiritualitas.

Ia menilai bekerja tidak semata-mata berkaitan dengan jenjang karier atau penghasilan, tetapi juga dengan kesadaran untuk melayani Tuhan, sesama manusia, dan masyarakat luas.

Baca juga: Mendikdasmen ajak generasi muda teladani pahlawan dengan kerja keras

"Kalau kita punya spirit melayani, maka bekerja adalah proses spiritual. Orang bekerja tidak selalu bicara income, tetapi juga meaning," ujar Mendikdasmen.

Mendikdasmen juga menyoroti fenomena burnout yang banyak dialami pekerja modern, termasuk mereka yang memiliki capaian kerja baik.

Menurutnya, prestasi dalam pekerjaan belum tentu selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan dan rasa bermakna dalam hidup. Karena itu ia menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara pencapaian profesional, kebahagiaan pribadi, dan kebermanfaatan bagi orang lain.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya kedaulatan ilmu sebagai fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, kedaulatan ilmu berkaitan erat dengan peran pendidikan tinggi dalam melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan memiliki komitmen kebangsaan.

Baca juga: Mendikdasmen dorong SMK siap kerja dan bersaing pada tingkat global

Perguruan tinggi, kata dia, harus menjadi ruang lahirnya karya anak bangsa yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Negara kita maju karena karya anak bangsa, intelektual bangsa, yang saat ada masalah di negara kita tidak kabur. Itu baru membela negara," ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UPNVJ Prof Anter Venus menyampaikan kampusnya memiliki akar sejarah yang kuat karena didirikan oleh para veteran.

Ia memaparkan konsep bela negara di UPNVJ terus mengalami reorientasi dan pengkajian agar relevan dengan kehidupan perguruan tinggi masa kini. Nilai tersebut tidak hanya dipahami dalam konteks pertahanan, tetapi juga diterjemahkan dalam sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, kontribusi akademik, serta kepedulian terhadap kepentingan bangsa.

Baca juga: Mendikdasmen: Transformasi kampus dongkrak akses pendidikan pedesaan

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |