Wadirut PNM: Budaya kepatuhan penting saat dampingi usaha ultramikro

5 hours ago 3
Bagi PNM, tata kelola yang baik bukan hanya soal aturan yang harus dipenuhi, tetapi tentang menjaga kepercayaan

Jakarta (ANTARA) - Wakil Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Sunar Basuki mengatakan budaya kepatuhan menjadi bagian penting bagi PNM, sebagai perusahaan yang mengelola pembiayaan dan pendampingan bagi pengusaha ultramikro.

Sunar di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa penerapan prinsip tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas layanan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

"Bagi PNM, tata kelola yang baik bukan hanya soal aturan yang harus dipenuhi, tetapi tentang menjaga kepercayaan," katanya.

Perusahaan milik negara yang bergerak pada bidang pembiayaan pelaku usaha ultramikro tersebut mengungkapkan bahwa tata kelola perusahaan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pembiayaan kepada usaha mikro berjalan secara sehat, akuntabel, dan berkelanjutan.

Ia mengatakan prinsip tata kelola yang baik tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memastikan setiap proses bisnis berlangsung secara transparan, dapat dipertanggungjawabkan, serta mengedepankan pelayanan yang adil kepada masyarakat.

Dengan tata kelola yang kuat, lanjut dia, lembaga pembiayaan memiliki fondasi untuk mengelola risiko sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

"Setiap insan PNM, dari kantor pusat hingga lapangan, memiliki peran untuk memastikan proses bisnis berjalan dengan benar, transparan, dan membawa manfaat bagi nasabah. Karena pelayanan yang baik harus dimulai dari cara kerja yang bertanggung jawab," kata Sunar.

Sunat menambahkan penerapan prinsip tersebut menjadi semakin penting bagi lembaga yang melayani masyarakat secara langsung hingga ke tingkat desa.

Konsistensi tata kelola lanjut dia, akan menentukan keberlanjutan program pemberdayaan, menjaga kualitas pendampingan usaha, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pembiayaan.

Perusahaan yang mendampingi lebih dari 23,3 juta perempuan prasejahtera melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) ini menempatkan budaya kepatuhan sebagai bagian dari sistem kerja yang diterapkan di seluruh jenjang organisasi, mulai dari manajemen hingga petugas pendamping di lapangan.

Sunar Basuki mengatakan tata kelola perusahaan harus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari karena kualitas pelayanan kepada masyarakat bergantung pada integritas setiap insan perusahaan.

Komitmen tersebut turut tercermin melalui penghargaan The Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2025 yang menempatkan PNM dalam kategori Indonesia Most Trusted Companies. Pengakuan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga yang menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi.

Penguatan budaya kepatuhan di sektor pembiayaan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan, tetapi juga memperluas dampak ekonomi melalui layanan yang lebih terpercaya, perlindungan yang lebih baik bagi pelaku usaha mikro, serta terciptanya ekosistem pembiayaan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: PNM jangkau 23,1 juta nasabah melalui pembiayaan ultramikro

Baca juga: Soal penurunan bunga kredit mikro, OJK minta penjaminan tetap prudent

Baca juga: Indef: Bunga PNM Mekaar 8 persen dorong usaha ultramikro naik kelas

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |