Guangzhou (ANTARA) - Jumlah perusahaan unicorn di China mencapai 381 per 1 Januari tahun ini, menurut Global Unicorn Index 2026 oleh Hurun Research Institute.
Angka tersebut meningkat sebanyak 38 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya, menurut indeks yang dirilis pada Kamis (25/6) di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan.
Menurut indeks tersebut, jumlah perusahaan unicorn di seluruh dunia mencapai rekor tertinggi sebanyak 1.603 perusahaan, naik 5,3 persen dari angka tahun sebelumnya, dengan nilai valuasi gabungan sebesar 54 triliun yuan (1 yuan = Rp2.638.) atau sekitar 7,92 triliun dolar AS (1 dolar AS =17.942).
Amerika Serikat (AS) memimpin di tingkat global dengan 806 perusahaan unicorn, bertambah 48 perusahaan dari tahun sebelumnya, yang menyumbang 50,3 persen dari total unicorn di seluruh dunia. China menempati peringkat kedua secara global dengan 381 perusahaan unicorn, dan perusahaan-perusahaan unicorn di negara tersebut utamanya terkonsentrasi pada sektor semikonduktor, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), ilmu hayati, dan energi baru.
Chairman sekaligus kepala peneliti Hurun Report Rupert Hoogewerf mengatakan bahwa fokus industri perusahaan-perusahaan unicorn global telah bergeser selama delapan tahun terakhir dari e-commerce ke teknologi keuangan (fintech), dan kini ke sektor AI. Selama setahun terakhir, jumlah unicorn di sektor AI tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan industri lainnya, dengan jumlah total unicorn AI saat ini hampir menyamai fintech untuk posisi teratas, sementara nilai valuasi gabungan mereka telah mencapai tiga kali lipat nilai fintech.
Di bidang semikonduktor, energi baru, robotik, dan ekonomi ketinggian rendah (low-altitude), China mengungguli negara-negara lain di dunia, tutur Hoogewerf, yang juga dikenal dengan nama Mandarinnya, Hu Run.
Global Unicorn Index 2026 merupakan peringkat bagi perusahaan rintisan (start-up) di dunia yang didirikan setelah tahun 2000, dengan valuasi minimal 1 miliar dolar AS, dan belum terdaftar di bursa saham publik. Hurun Research Institute mulai memantau perusahaan-perusahaan unicorn sejak 2017, dan laporan ini menandai edisi kedelapan dari Global Unicorn Index.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































