China-Eurasia Expo ke-9 dorong kerja sama ekonomi Eurasia

1 hour ago 2

Urumuqi (ANTARA) - China-Eurasia Expo kesembilan resmi dibuka pada Kamis (25/6) di Urumqi, ibu kota Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. Pameran yang berlangsung selama lima hari itu bertujuan mendorong kerja sama perdagangan dan investasi di kawasan Asia dan Eropa.

Ajang tersebut diikuti peserta dari 49 negara, kawasan, dan organisasi internasional, dengan 27 negara dan kawasan mendirikan paviliun pameran. Lebih dari 3.000 perusahaan dan lembaga telah mendaftarkan diri untuk menghadiri acara tersebut.

Uni Emirat Arab (UEA), Korea Selatan, Rusia, dan Thailand untuk pertama kalinya berpartisipasi dengan paviliun nasional khusus dalam pameran yang tahun ini mengusung tema "Peluang Baru untuk Jalur Sutra, Vitalitas Baru untuk Eurasia" (New Opportunities for the Silk Road, New Vitality for Eurasia). Sementara itu, Kazakhstan dan Pakistan ditetapkan sebagai negara tamu kehormatan.

Menempati area seluas 140.000 meter persegi, pameran ini menghadirkan enam zona ekshibisi khusus untuk kerja sama investasi, kekuatan produktif berkualitas baru, industri khusus, pembangunan hijau, budaya dan pariwisata, serta kerja sama Jalur Sutra.

Fu Yunyan, direktur biro urusan pameran internasional Xinjiang, mengatakan meningkatnya partisipasi global dalam ajang tersebut menunjukkan semakin luasnya keterbukaan Xinjiang terhadap dunia luar.

Fu mengungkapkan lebih dari 80 kegiatan promosi perdagangan dan investasi akan digelar selama pameran berlangsung, guna membangun platform kolaborasi yang komprehensif bagi perusahaan dan lembaga dari China maupun luar negeri untuk mengamankan pesanan, merundingkan kerja sama, mendorong investasi, dan menjajaki pasar baru.

Xinjiang memiliki keunggulan geografis yang unik karena terhubung dengan delapan negara melalui 19 pelabuhan darat yang telah disetujui pemerintah. Hal tersebut meletakkan landasan yang kuat bagi pertukaran dan kerja sama lintas perbatasan.

China-Eurasia Expo sebelumnya bernama Urumqi Foreign Economic and Trade Fair sebelum ditingkatkan statusnya pada 2010. Kini, ajang itu berkembang menjadi pameran internasional komprehensif tingkat nasional yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perdagangan China, Kementerian Luar Negeri China, Dewan China untuk Promosi Perdagangan Internasional (China Council for the Promotion of International Trade/CCPIT), serta pemerintah daerah Xinjiang.

Menurut data dari Kementerian Perdagangan China, nilai perdagangan barang antara China dan negara-negara Asia Tengah untuk pertama kalinya melampaui 100 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.942) pada 2025. China juga menjadi mitra dagang terbesar sekaligus sumber investasi besar bagi negara-negara Asia Tengah.

Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |