PAM Jaya raih Rekor MURI untuk penyambungan pipa terbanyak pada 2025

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - PT PAM Jaya (Perseroda) meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk penyambungan pipa air minum terbanyak dalam satu tahun, dengan total 72.666 sambungan sepanjang 2025.

Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Jakarta Water Hero 2026. Capaian itu pun memperkuat optimisme Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mewujudkan layanan air minum perpipaan 100 persen pada 2029.

“Ketika saya mencanangkan pada 2029 layanan air bersih di Jakarta harus mencapai 100 persen, banyak yang tidak percaya. Namun, sekarang capaian PAM Jaya sudah mencapai 82 persen. Saya yakin, dengan waktu tiga tahun ke depan, target 100 persen itu bisa kita wujudkan,” ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam acara Jakarta Water Hero 2026 di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan Rekor MURI bukan tujuan akhir. Tantangan berikutnya, yaitu memastikan perluasan jaringan yang menjangkau seluruh warga, terutama kelompok masyarakat yang masih kesulitan memperoleh akses air bersih.

“Bagi saya, Rekor MURI merupakan bentuk apresiasi atas apa yang telah dilakukan. Namun, yang lebih penting adalah memastikan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan, memperoleh akses terhadap air bersih karena air merupakan hak dasar setiap warga,” ungkap Pramono.

Lebih lanjut, dia juga meminta PAM Jaya agar terus menjaga profesionalisme dalam bekerja, terutama setelah bertransformasi menjadi perseroan daerah. Pemisahan fungsi regulator dan operator dinilai penting agar perusahaan dapat dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi.

“Profesionalisme adalah kata kunci jika PAM Jaya ingin terus maju. Tidak boleh ada intervensi dalam menjalankan perusahaan. Ketika tata kelola dijaga dengan baik, hasilnya mulai kita rasakan hari ini,” ucap Pramono.

Baca juga: PAM Jaya siapkan 70 mobil tangki gratis saat penghentian layanan air

Perluasan layanan air perpipaan, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan warga terhadap air tanah.

Pengambilan air tanah secara berlebihan dinilai berisiko memperburuk penurunan muka tanah dan ketahanan lingkungan Jakarta.

“Air bukan sekadar komoditas, tetapi hak dasar warga. Karena itu, layanan air minum harus aman, berkualitas, terjangkau, dan dapat diakses secara setara oleh seluruh masyarakat. Ketahanan air tidak cukup dibangun melalui infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh warga untuk menggunakan air secara bijak,” tutur Pramono.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasruddin menjelaskan jaringan perpipaan PAM Jaya saat ini telah mencapai sekitar 13.200 kilometer (km).

Untuk mencapai cakupan 100 persen, sambung dia, jaringan tersebut akan ditambah lebih dari 2.000 km dalam beberapa tahun ke depan.

Lebih jauh, dia mengungkapkan PAM Jaya juga mengembangkan instalasi pengolahan air baru, embung sebagai sumber air baku, serta skema kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk memperkuat pembiayaan.

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, PAM Jaya menghadirkan Program Kartu Air Sehat dengan tarif Rp1 per liter.

“Kami terus berinovasi agar target yang diberikan Pemprov DKI Jakarta dapat tercapai. Insya Allah, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, masyarakat Jakarta dapat sepenuhnya menikmati layanan air bersih perpipaan pada 2029,” imbuh Arief.

Baca juga: PAM Jaya hentikan sementara pasokan air bersih di 45 kelurahan

Baca juga: Warga Jakarta dukung PAM Jaya wujudkan akses air bersih merata di 2029

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |