Bogor (ANTARA) - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengajak seluruh lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di kawasan Indonesia Timur yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang.
Saat memimpin Rapat Koordinasi KUR Regional Indonesia Timur di Ternate, Maluku Utara, Jumat, Helvi mengatakan hampir seluruh provinsi di kawasan tersebut masih memiliki jumlah debitur KUR yang relatif kecil dibandingkan dengan total populasi UMKM.
"Hampir seluruh provinsi di kawasan Indonesia Timur memiliki jumlah debitur yang masih relatif kecil dibandingkan dengan total populasi UMKM. Artinya, masih banyak pelaku usaha yang belum terhubung dengan pembiayaan formal," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Bogor, Jumat.
Kementerian UMKM mencatat hingga saat ini realisasi pembiayaan di kawasan Indonesia Timur telah mencapai Rp16,5 triliun yang disalurkan kepada 255.979 debitur UMKM.
Dari jumlah tersebut, sekitar 24 ribu merupakan debitur baru dan 18 ribu telah naik kelas atau menjadi debitur graduasi.
Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan penyaluran KUR terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan nilai mencapai Rp8,18 triliun. Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Tenggara sebesar Rp2,03 triliun dan Sulawesi Tengah Rp1,90 triliun, sedangkan Maluku Utara mencatatkan penyaluran sebesar Rp315 miliar.
Helvi mengatakan kualitas penyaluran KUR di kawasan Indonesia Timur juga menunjukkan perkembangan positif karena porsi pembiayaan yang disalurkan ke sektor produksi telah mencapai 68,2 persen atau melampaui target nasional sebesar 65 persen.
"Capaian ini menunjukkan bahwa pembiayaan semakin banyak diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing usaha, sekaligus membuka lapangan kerja," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan kualitas penyaluran KUR.
Baca juga: Kemenkeu: Penyaluran KUR di NTT capai Rp1,38 triliun per Mei 2026
Baca juga: Askrindo Syariah perluas penjaminan KUR ke NTB
Ia menyebut dari 10 lembaga penyalur KUR di kawasan Indonesia Timur, baru dua yang telah memenuhi target penyaluran ke sektor produksi minimal 65 persen, yakni BRI serta Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Helvi mengajak seluruh lembaga penyalur KUR agar lebih aktif menjangkau pelaku UMKM yang bergerak di sektor-sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, ekonomi kreatif, dan sektor unggulan lainnya di Indonesia Timur.
Untuk mendukung perluasan akses pembiayaan tersebut, pemerintah telah menyempurnakan kebijakan KUR melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.
Melalui regulasi itu, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kini dapat dimanfaatkan sebagai agunan tambahan dalam pengajuan KUR.
Selain itu, pelaku UMKM di sektor produksi dan perdagangan berorientasi ekspor tetap dapat mengakses KUR dengan suku bunga efektif 6 persen tanpa dibatasi frekuensi akad maupun akumulasi pinjaman.
"Artinya, pengusaha UMKM di sektor produksi dan perdagangan berorientasi ekspor dapat mengakses KUR lebih dari satu kali dengan suku bunga tetap sebesar 6 persen. Kebijakan ini diharapkan semakin mendorong ekspansi usaha dan memperkuat daya saing UMKM," ujar Helvi.
Secara nasional, hingga 25 Juni 2026 realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp143,2 triliun atau 49,3 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp290 triliun.
Pembiayaan tersebut telah menjangkau sekitar 2,2 juta debitur UMKM, terdiri atas sekitar 1,1 juta debitur baru dan 511 ribu debitur graduasi.
Sementara itu, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi secara nasional telah mencapai 64,1 persen.
Helvi mengingatkan seluruh lembaga penyalur untuk bersama-sama mendukung pencapaian target nasional KUR tahun 2026, yakni penyaluran sebesar Rp290 triliun, porsi pembiayaan ke sektor produksi minimal 65 persen, 1,3 juta debitur baru, dan 1,1 juta debitur graduasi.
Baca juga: Dorong kapasitas UMKM dan kemajuan ekonomi daerah, BRI Branch Office Bantul salurkan KUR Rp1.2 T
Baca juga: Perbanas sebut 88 persen UMKM masih gunakan dana pribadi
Baca juga: BRI: Debitur pinjol di bawah Rp1 juta tetap bisa ajukan KUR
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































