Soroti banjir di Bandara Soetta, Komisi VII DPR: Jangan berulang

11 hours ago 4
Tentu kita tidak mau kondisi seperti ini berulang, karena ini sangat mempengaruhi terhadap wisata mancanegara (wisman)  maupun wisatawan Nusantara (wisnus) kita

Tangerang (ANTARA) - Komisi VII DPR-RI menyoroti persoalan banjir yang melanda kawasan Bandara Internasional Soeoarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Senin (12/1) yang telah mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas penumpang dan konektivitas penerbangan.

"Beberapa hari yang lalu Bandara Soetta itu sempat kebanjiran. Saya waktu itu sedang di Semarang, seharusnya pesawat saya dari Semarang menuju Jakarta itu sampai jam tiga. Tetapi saya harus berangkat jam sembilan malam. Jadi kondisi seperti ini kita tidak mau berulang," kata Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga di Tangerang, Kamis.

Dalam kesempatan kunjungan kerja DPR RI terkait perhubungan dan pariwisata ke PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airpots), Lamhot mengatakan banjir pada beberapa titik menuju terminal Bandara Soetta bakal berdampak pada potensi penurunan jumlah wisatawan di Indonesia.

"Tentu kita tidak mau kondisi seperti ini berulang, karena ini sangat mempengaruhi terhadap wisata mancanegara (wisman) maupun wisatawan Nusantara (wisnus) kita," katanya.

Baca juga: Akses jalan menuju Bandara Soetta tergenang air

Pihaknya mendorong seluruh pihak terkait, khususnya pengelola utama bandara, agar segera melakukan evaluasi dan penanganan secara konkrit terhadap persoalan tersebut.

"Bandara Soetta ini terbesar, sehingga kemudian masalah-masalah teknis harus ditangani segera. Masalah banjir, kalau boleh ke depan, harapan kita ini harus tidak boleh terjadi, khususnya di Soetta," ujarnya.

Menurut Lamhot, bila persoalan teknis, khususnya banjir, terjadi di bandara Soetta maka akan mempengaruhi terhadap layanan dan konektivitas penerbangan ke bandara lainnya di Indonesia.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) sebagai pengelola utama bandara di Tanah Air diminta segera secepatnya mengambil langkah solusi yang efektif, karena dikhawatirkan pemberitaan soal banjir menuju Soetta bisa menyebar luas ke pariwisata tingkat global.

Baca juga: Masih tergenang, polisi sebut tol arah Bandara Soetta tersendat

"Itu akan mempengaruhi persepsi mereka untuk datang ke destinasi di Indonesia. Dan mereka akan berpikir untuk dua kali datang ke sini atau ke destinasi wisata Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, InJourney didorong untuk ikut mendukung promosi dan peningkatan pariwisata melalui penguatan konektivitas, aksesibilitas, dan amenitas. "Sehingga menurut kami di Komisi VII, peran InJourney ini sangat-sangat sentral terhadap bagaimana kita meningkatkan kondisi ataupun ekosistem kepariwisataan kita," katanya.

Sementara itu Direktur Teknik InJourney Airpots Kristianto Eko Wibowo menerangkan persoalan banjir yang terjadi pada Senin (12/1) lalu itu berada di luar kawasan terminal bandara.

Baca juga: Wamen PU upayakan Tol Sedyatmo tetap berfungsi dengan baik

"Pada Senin itu memang curah hujan sangat tinggi, jadi di mana-mana ada banjir. Namun untuk area dalam bandara itu tidak banjir, sementara untuk sisi udara ada beberapa penerbangan tertunda dan dialihkan karena cuaca ekstrem," tuturnya.

Selama kondisi tersebut terjadi, jajarannya telah melakukan berbagai langkah dan upaya penanganan banjir tersebut. Bahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencarikan solusi.

"Banjirnya itu terjadi di jalan tol dan di seberang parimeter utara bandara. Namun kami sudah berkolaborasi dengan BBWS, pemda, dalam penanganan aliran air yang melintas di wilayah bandara," ucapnya.

Baca juga: Parimeter Utara Bandara Soetta kembali dibuka untuk kendaraan

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |