Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan, peningkatan realisasi investasi triwulan IV 2025 yang sebesar 9,7 persen (YoY) tetap memberikan dampak positif bagi perekonomian, meskipun defisit APBN melebar menjadi 2,92 persen.
“Memang investasi itu adalah long term commitment. Memang dari investasi yang masuk ini, ada beberapa investasi awal yang kita berikan insentif, tetapi kan dampak dari pajak-pajak lainnya juga tercipta, dan kesejahteraannya juga meningkat. Jadi saya yakin ini ke depannya juga akan terus memberikan kontribusi yang positif terhadap APBN kita,” ujar Rosan di Jakarta, Kamis.
Menurut Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pajak yang dihasilkan dari investasi tidak hanya muncul pada tahap awal operasional, melainkan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kegiatan usaha.
“Tidak langsung pada hari H-nya pada saat misalnya manufacturing pabrik itu berjalan, tapi pada saat nanti dalam perjalanannya terus meningkat, terus berjalan dengan baik, sehingga kontribusinya akan makin besar terhadap APBN," ujarnya lagi.
Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa pemerintah tidak hanya melihat investasi dari sisi finansial semata, tetapi juga dari dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan sumber daya manusia.
Ia mencontohkan sektor perkebunan dan pertanian yang meskipun nilai investasinya relatif lebih kecil dibandingkan sektor mineral, namun mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Contohnya di hilirisasi kelapa, nilainya 100 juta dolar AS tapi penciptaan lapangan pekerjaannya itu mencapai 10 ribu orang. Biasanya kalau di hilirisasi mineral, itu angkanya 1 miliar dolar AS, 1,5 miliar dolar AS, 2 miliar dolar AS, ada 4 miliar dolar AS," katanya lagi.
Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antarsektor agar investasi yang masuk tidak hanya memperkuat basis fiskal negara dalam jangka panjang, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara luas.
Pada periode Oktober–Desember 2025, realisasi investasi tercatat sebesar Rp496,9 triliun atau tumbuh 9,7 persen secara tahunan (YoY). Capaian triwulan IV tersebut setara dengan 26,1 persen dari target investasi tahun 2025 yang mencapai Rp1.931 triliun.
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 mencetak defisit menjadi Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.
Realisasi defisit itu melebar dari target awal 2,53 persen pada APBN 2025 dan proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, dan hampir menyentuh ambang batas defisit yang ditetapkan oleh undang-undang sebesar 3 persen.
“Walau melembung, kami pastikan di bawah 3 persen,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1).
Realisasi sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp3.005,1 triliun.
Baca juga: Rosan sebut EBT hingga waste to energy sektor potensial di 2026
Baca juga: Rosan kaji opsi pembentukan BUMN tekstil
Baca juga: Danantara restrukturisasi Himbara lewat penguatan teknologi
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































