RI tekankan kesiapan & kewaspadaan dalam diplomasi di tengah rapuhnya tatanan global

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Sugiono pada Rabu (14/1) mengatakan bahwa diplomasi RI harus dibangun berlandaskan kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme, karena tatanan global saat ini semakin rapuh dan dunia memasuki "zona abu-abu" berbahaya yang ditandai oleh persaingan yang lebih tajam, fragmentasi yang semakin dalam, serta buramnya batas antara perdamaian dan konflik.

Berbicara dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Jakarta, Sugiono menyebutkan bahwa kepentingan nasional yang sempit mengesampingkan keamanan kolektif, sementara hukum internasional, yang selama ini dianggap sebagai fondasi stabilitas global, kini sering disalahgunakan dan kerap dilanggar tanpa adanya konsekuensi.

"Apabila aturan-aturan yang telah disepakati bersama dilanggar tanpa ada pertanggungjawaban, maka yang runtuh bukan hanya satu aturan, melainkan kepercayaan terhadap keseluruhan tatanan itu sendiri," ujarnya.

Sugiono menuturkan bahwa mekanisme tata kelola global yang dibentuk untuk mengelola krisis sedang mengalami kesulitan mengimbangi realitas geopolitik yang berubah dengan cepat.

Menlu juga menambahkan bahwa beberapa negara utama telah menarik diri dari tanggung jawab global mereka, yang semakin memperlemah kerja sama internasional.

Menurut Sugiono, lanskap global sedang bergerak menuju persaingan yang lebih tajam dan fragmentasi yang lebih dalam, ditandai oleh ketergantungan ekonomi serta semakin besarnya pengaruh dari para aktor non-negara.

Di tengah situasi ini, Sugiono menekankan bahwa negara-negara yang tidak memiliki strategi yang jelas berisiko terseret oleh turbulensi global. Dia juga mengatakan bahwa RI tidak boleh terjatuh ke dalam kategori tersebut.

"Kita harus melihat dunia apa adanya, keras, kompetitif, dan semakin tidak dapat diprediksi," katanya, seraya menambahkan bahwa diplomasi RI harus dilandaskan pada kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme guna melindungi kepentingan nasional dan ketahanan bangsa.

Pewarta: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |